5 Fakta Pajak Hiburan Naik, Jenis Hiburan Ini yang Terdampak

Sugeng rawuh Ecoracing di Portal Ini!

JAKARTA – Pajak hiburan naik hingga 40 persen. Sebab, pemerintah menaikkan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) pada jasa hiburan dari 25 persen menjadi 40 persen. 5 Fakta Pajak Hiburan Naik, Jenis Hiburan Ini yang Terdampak

Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Perekonomian antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Simak juga fakta kenaikan pajak hiburan berikut ini: 1. Industri hiburan sedang booming.

Menurut Undang-Undang tentang Hubungan Ekonomi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD), sektor jasa hiburan yang dikenakan pajak hanya terbatas pada jasa hiburan di diskotik, karaoke, tempat hiburan malam, bar, dan pemandian uap/spa. Orang luar adalah 10% teratas.

Pelaku usaha hiburan yang dikenakan tarif hingga 75% diturunkan dibandingkan aturan lama yang tertuang dalam Undang-Undang Pajak Daerah dan Pajak Daerah (UU PDRD). Slank Ajak Penonton Naik ke Atas Panggung Hajatan Rakyat Cibinong

Pasal 45 UU tersebut menyatakan bahwa hiburan berupa peragaan busana, kontes kecantikan, diskotik, karaoke, kelab malam, stunt games, panti pijat, dan pemandian uap/spa dapat dikenakan pajak dengan tarif paling banyak 75%.

Dalam UU PDRD, tarif pajak hiburan di luar kawasan khusus maksimal 35%, lebih tinggi dari tarif UU HKPD, dan 10% untuk jasa hiburan di luar diskotik, karaoke, klub malam, bar, dan pemandian uap. / ruang angkasa. Peragaan busana, kontes kecantikan, kontes, dan panti pijat juga dikecualikan dari UU HKPD 2. Penggugat mengajukan pengaduan

Banyak pengusaha yang mengeluhkan kenaikan pajak hiburan. Salah satunya Inul Dartista, penyanyi dangdut sekaligus pemilik usaha karaoke. Dalam postingannya di media sosial, Inul menyebut kenaikan pajak hiburan terlalu tinggi dan bisa mematikan pengusaha.

“Tiba-tiba berusia 17 tahun bukanlah masalah besar. Situasi seperti itu masih tertekan oleh kenaikan pajak yang sewenang-wenang. Di mana Anda bisa menjadi lebih pintar?” Inul X dimuat dan ditulis.

Inul mengaku terkejut dengan rencana pemerintah menaikkan tarif pajak hiburan dari 25 persen menjadi 40 persen.

Dunia usaha dan konsumen akan berteriak karena merekalah yang paling terkena dampaknya, katanya. Pada saat yang sama, pemerintah bisa duduk sebagai politisi dan melindungi rakyat. 3. Alasan Kemenkeu sudah muncul

Kementerian Keuangan membeberkan alasan UU Hubungan Ekonomi antara Pemerintah Pusat dan Daerah mewajibkan kenaikan pajak hiburan minimal 40 persen dan maksimal 75 persen.

Lidia Kurniawati, Direktur Pajak Daerah dan Pajak Daerah DJPK, mengatakan target pemerintah mematok minimal 40 persen pajak hiburan adalah kemandirian fiskal daerah yang masih bergantung pada pemerintah pusat.

“Apa tujuan utamanya? Sekali lagi, pajak daerah mendukung daerah-daerah tersebut menjadi lebih mandiri dan menemukan keseimbangan fiskal yang lebih baik.” Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyesuaikan permintaan tersebut

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Ketua Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memastikan para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki ruang untuk mendiskusikan keinginan kenaikan pajak hiburan. 5 Fakta Pajak Hiburan Naik, Jenis Hiburan Ini yang Terdampak

“Proses (analisis situasi) ini baru akan dimulai pada 3 Januari 2024 dan sedang disusun jadwal konsultasinya. Jadi bersabarlah dan sekaligus mari gunakan kesempatan ini untuk berdiskusi mencari solusi pengembangan sektor pariwisata. ekonomi kreatif. “Tetapi juga bisa membantu perekonomian negara,” ujarnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangan resmi.

Oleh karena itu, ruang diskusi terbuka lebar bagi mereka yang berkecimpung di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di bidang hiburan, untuk mencari solusi seperti peluang insentif yang memudahkan dunia usaha. 5. Perbandingan pajak hiburan di Asia Tenggara

Mulai tahun 2024, Thailand akan mengenakan pajak sebesar 5 persen untuk tempat hiburan seperti klub malam, naik dari 10 persen tahun lalu, Channel News Asia melaporkan pada 17 Januari 2024. Di Malaysia, menurut situs Malaysian Sales and Service Tax (MySST), mereka kini menerapkan pajak layanan sebesar 6 persen untuk tempat hiburan seperti klub malam dan klub swasta.

Di negara Asia Tenggara lainnya, Singapura mengenakan Pajak Barang dan Jasa (GST) sebesar 9 persen atas penjualan barang dan jasa mulai tahun ini, menurut situs web Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS). Sedangkan di Filipina, menurut situs Bureau of Internal Revenue (BIR), klub malam, bar karaoke, dan lain-lain. Mereka membayar pajak 18 persen. Membangun basis ekonomi, Bapak Mulyani menginformasikan staf tetap yang berinvestasi pada pengetahuan Menteri Keuangan Bapak Mulyani Indrawati telah memberikan nasihat kepada pejabat Kementerian Keuangan mengenai pentingnya membangun kapasitas mereka untuk meningkatkan basis ekonomi Indonesia. Eco Racing 9 Februari 2024