BRIN Kembangkan Metode Daur Ulang Baterai Bekas

Sugeng rawuh Ecoracing di Portal Ini!

Eco Racing, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode daur ulang baterai bekas sebagai upaya mengurangi permasalahan lingkungan akibat limbah baterai. Limbah baterai mengandung logam berat yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan. BRIN Kembangkan Metode Daur Ulang Baterai Bekas

Berdasarkan rilis BRIN di Batavia, Jumat (26/1/2024), Peneliti Pusat Penelitian Nanoteknologi Sistem BRIN Oktia Flourin mengatakan, daur ulang baterai bekas terutama dilakukan dengan metode pirometalurgi, hidrometalurgi, dan daur ulang langsung. Layanan Galaxy AI Tidak Selamanya Gratis

Pyrometalurgi adalah metode mendaur ulang baterai bekas dengan cara memanaskan baterai bekas hingga suhu tinggi. Cara ini menghasilkan logam murni, namun memerlukan energi yang besar.

Metode hidrometalurgi yang dilakukan dengan melarutkan logam dari baterai menggunakan larutan kimia, dapat menghasilkan logam murni dengan energi yang lebih rendah dibandingkan dengan pirometalurgi.

Sementara itu, daur ulang langsung semakin meningkat dengan mengganti baterai dengan katoda baterai baru. Sistem ini memiliki kebutuhan energi paling rendah, namun hanya dapat digunakan dengan jenis baterai tertentu.

Octia dan timnya mengembangkan metode daur ulang baterai menggunakan hidrometalurgi dan penelitian asam askorbat.

“Metode ini menghasilkan logam murni dengan efisiensi tinggi dan energi lebih sedikit,” kata Octia, anggota peneliti dari Kelompok Riset Material Fungsional Dimensi Rendah.

Upaya pengembangan metode daur ulang baterai bekas telah dilakukan bekerja sama dengan Universitas Osaka, Universitas Kumamoto, Universitas Teknologi Ming Chi di Taiwan, Institut Teknologi Bandung, dan UPSI Malaysia. BRIN Kembangkan Metode Daur Ulang Baterai Bekas

Octia berharap penelitian ini dapat memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap industri pertambangan.