Stok Beras Premium Langka, Pengusaha Waswas Masyarakat Panic Buying

Jakarta –

Produk beras premium mulai berkurang pasokannya di banyak toko-toko kecil, dan supermarket membatasi pembelian beras meskipun produknya berlimpah. Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) mengakui beras premium sulit didapat saat ini.

Bapak Roy Mandey, Chief Executive Officer APRINDO, mengatakan sulitnya pedagang memasok beras lokal jenis premium dalam kemasan 5kg. Keterbatasan pasokan beras ini disebabkan terbatasnya stok beras karena belum tibanya musim panen raya. Roy sendiri meyakini panen baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024.

Situasi yang tidak seimbang serta kondisi antara pasokan dan permintaan menyebabkan peningkatan HET beras di pasar ritel modern, kata Roy Mande dalam keterangannya, Jumat (2/09/2024).

Pihaknya juga meminta pemerintah melonggarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga referensi produk kebutuhan pokok dalam jangka waktu tertentu. HET dilonggarkan untuk memungkinkan para pedagang membeli produk-produk penting, termasuk produk beras, dari produsen yang telah menaikkan harga beli sebesar 20-35% pada minggu sebelumnya.

“Pada toko ritel modern di Indonesia, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kelangkaan atau kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok tersebut, yang jika terjadi kelangkaan akan menyebabkan terjadinya pembelian panik oleh konsumen yang ingin sekali membeli dan menimbun barang-barang kebutuhan pokok dan penting tersebut. Barangnya habis dan situasi harga jadi tidak stabil,” jelasnya. kata Roy.

Roy menyatakan, pihaknya tidak bisa mengatur dan mengendalikan harga yang diputuskan produsen. Sebab, harga ditentukan oleh produsen hulu, kemudian diteruskan melalui jaringan distribusi ke sektor hilir, kemudian dibeli atau dibelanjakan oleh masyarakat di toko ritel modern dengan HET yang ketat. (hal./ed.)