Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp 301,77 Triliun di 2023

Liputan6. Sejumlah bangunan masuk kategori dalam Keputusan Presiden (Perpers) 38 Tahun 2015.

Direktur Corporate Banking Banki Mandiri Susana Indah Kris Indriati menjelaskan pinjaman tersebut diberikan kepada berbagai sektor seperti jalan raya, transportasi, migas dan energi terbarukan, ketenagalistrikan, telekomunikasi, bangunan umum dan perkotaan, konstruksi. Angka tersebut mencakup pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api yang digunakan masyarakat.

Pada Rabu, 14/2/2024, Susana Indah menyampaikan: “Ini merupakan upaya Bank Mandiri untuk terus menjadi salah satu donatur dalam memperkuat infrastruktur negara di luar Dana Negara dan Keuangan Negara (APBN).”

Porsi infrastruktur BMRI terbesar dialokasikan pada sektor transportasi yang meningkat 24,79 persen menjadi Rp78,29 triliun pada akhir tahun 2023. Terakhir, listrik meningkat 18,34 persen yoy menjadi Rp51,50 triliun.

Berikutnya, sektor telekomunikasi dalam negeri meningkat 13,41 persen menjadi Rp 28,0 miliar pada tahun 2023. Pembayaran utang infrastruktur migas dan energi terbarukan juga meningkat 30,33 persen yoy menjadi Rp 27,74 miliar.

Susana Indah melihat peluang sektor konstruksi untuk terus tumbuh di masa depan. Berdasarkan riset Banki Mandiri, belanja infrastruktur pada APBN 2024 meningkat menjadi Rp423,4 atau meningkat 6% dari target APBN 2023 sebesar Rp399,6.

Tujuan utama kebijakan infrastruktur tahun 2024 akan fokus untuk mendukung strategi nasional (PSN) untuk meningkatkan perekonomian domestik dan meningkatkan kapasitas Indonesia secara berkelanjutan.

Sasaran pembangunan infrastruktur mencakup belanja infrastruktur untuk jasa seperti transportasi dan komunikasi, pendidikan dan kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur masih diperlukan sebagai mesin untuk membangun perekonomian berkelanjutan di masa depan. Sebagai mitra pemerintah dan agen perubahan, Bank Mandiri yakin penyaluran kredit infrastruktur akan terus tumbuh.

Oleh karena itu, Bank Mandiri akan terus mendukung investasi top-down dan keahlian yang kuat dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian, kata Susana.

Andry Asmoro, Chief Financial Officer Bank Mandiri, menjelaskan untuk memperkuat pembangunan ekonomi, sektor konstruksi memegang peranan besar.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim ekonomi Banki Mandiri, dampak ekonomi dari proyek infrastruktur yang diincar pemerintah seperti pembangunan jalan tol, light rail (LRT) Jabodetabek, tempat wisata dan industri ditargetkan total bernilai Rp. . 430,0 miliar yang berpotensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 690,5 juta.

“Proyek infrastruktur mempunyai peranan penting dalam perekonomian, termasuk penciptaan lapangan kerja,” kata Andry.

Selain itu, mampu mendatangkan 2,4 juta tenaga kerja baru di berbagai proyek konstruksi. Sementara itu, dalam jangka panjang dan jangka panjang, pembangunan infrastruktur juga akan memberikan manfaat bagi industri produktif seperti listrik dan gas, penyediaan makanan dan minuman, transportasi dan pergudangan serta industri pengolahan.

Intip Capaian Mentereng 2 Bank BUMN, Harga Sahamnya Cetak Rekor

JAKARTA – Dua bank terbesar di Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), mencatatkan rekor pendapatan tertinggi di industri perbankan tanah air. Rinciannya, total keuntungan kedua bank ini mencapai 115,5 triliun.

Tak hanya keuntungan, total aset keduanya mencapai lebih dari 4,139 triliun. Aset Bank Mandiri mencapai Rp2.174,2 triliun dan aset Bank BRI mencapai Rp1.965 triliun pada tahun 2023.

Karena itu, saham Bank Mandiri (BMRI) dan BRI (BBRI) menjadi sasaran empuk investor asing dan lokal. Ya, pasar masa kini makin bergairah karena kedua produk tersebut.

“Meski menghadapi berbagai tantangan di awal tahun 2024, kondisi perekonomian Indonesia masih sangat kuat. Kami bangga dan berharap Bank Mandiri dan BRI mampu memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan Indonesia,” ujar perwakilan atau wakil menteri tersebut. Senin (12/2/2024) usai menghubungi Menteri BUMN Karthika Virjoatmojo.

Awal pekan ini, harga BMRI sempat menyentuh Rp 7.200 per saham. Dan, harga saham BBRI pun mencapai Rp 5.975. Rekor baginya merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Kebetulan, duo bank pemerintah ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar 1.577,56 triliun, dan jika digabungkan otomatis masuk dalam 10 bank teratas di Asia. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Nah, kedua bank inilah yang menjadi penyumbang dividen BUMN terbesar di Indonesia. Tahun lalu, Bank Mandiri dan BRI membagikan dividen kepada pemerintah sebesar 36,07 triliun. Jika ditotal seluruh BUMN, total dividen yang dibayarkan kepada negara mencapai Rp 81,2 juta pada tahun lalu.

Dengan demikian, jumlah tersebut mewakili 44,8% dari penyaluran BUMN di Tanah Air pada tahun lalu. Dengan bertambahnya laba yang dibukukan kedua bank pemerintah tersebut pada tahun 2023, maka kontribusi kepada negara pasti akan meningkat.