iQOO Neo 9 Pro Dikonfirmasi Rilis 22 Februari 2024, Ini Spesifikasinya

Eco Racing, Jakarta – iQOO Neo 9 Pro dipastikan meluncur di India pada 22 Februari 2024. iQoo Neo 9 Pro memulai debutnya di Cina bulan lalu. Varian pasar India diperkirakan hadir dengan spesifikasi yang sama.

Seperti dilansir Gizmochina, meski baru berminggu-minggu pengumuman resminya, sub-brand Vivo sudah membeberkan spesifikasi ponsel tersebut. Kebocoran yang terdeteksi mencakup konfigurasi RAM/ROM serta detail kamera utama.

IQOO telah mengonfirmasi bahwa Neo 9 Pro akan tersedia dalam dua konfigurasi RAM dan penyimpanan, yakni 8GB/256GB dan 12GB/256GB. Versi kelas atas mencapai angka 1,9 juta poin menurut hasil benchmark AnTuTu.

Selain itu, perusahaan telah mengungkapkan bahwa ponsel ini akan menampilkan kamera utama Sony IMX920 50MP yang sama dengan Vivo X100.

IQOO Neo 9 Pro sebelumnya dipastikan ditenagai prosesor Snapdragon 8 Gen 2. Ponsel ini juga akan memiliki chip Q1 independen untuk pengalaman bermain game yang lebih baik.

Layarnya mendukung refresh rate 144Hz dan MEMC. Penawaran mendatang akan memiliki desain yang sama dengan versi China. iQOO Neo 9 Pro akan tersedia dalam warna Fiery Red dan Conquer Black.

IQOO Neo 9 Pro diharapkan dapat bersaing dengan OnePlus 12R yang baru saja diluncurkan. iQOO diperkirakan akan membagikan lebih banyak detail sebelum peluncuran.

Sebagai perbandingan, versi China disokong baterai 5.160mAh dengan dukungan pengisian cepat 120W. Ini memiliki sistem pembuangan panas 3D dan layar OLED 1,5K.

Pilihan Editor: iQOO 12 hadir dengan Snapdragon 8 Gen 3 untuk para gamer

Bagi Anda yang sedang mencari HP murah, sebaiknya pertimbangkan rekomendasi HP 2 jutaan terbaik ini. Fiturnya tak kalah dengan ponsel mahal lainnya. Baca selengkapnya

Anda dapat dengan mudah menghilangkan iklan di Hp Vivo tanpa aplikasi tambahan. Berikut 3 cara menghilangkan iklan di Hp Vivo. Baca selengkapnya

Meizu 21 Pro akan diresmikan pada sebuah acara di China pada 29 Februari 2024. Baca selengkapnya

Vivo Pad 3 standar akan memiliki layar LCD dan akan ditenagai oleh prosesor Qualcomm SM8635 baru. Baca selengkapnya

Laptop Xiaomi Redmi Book Pro 14 dan 16 versi 2024 menawarkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan Redmi Book versi sebelumnya. Baca selengkapnya

Menawarkan desain 2.5D yang ramping, Vivo Y200e 5G tersedia dalam dua varian warna. Baca selengkapnya

Tablet terbaru ZTE, Nubia Pad 3D II, rencananya akan diluncurkan pada 26 Februari 2024 di MWC 2024.

Sejak awal, BYD adalah produsen baterai sebelum merambah ke produksi kendaraan listrik (EV). Baca selengkapnya

Realme RMX3851 berjalan pada chipset dengan nama kode ‘ananapple’ (nomor model Snapdragon SM8635). Baca selengkapnya

Vivo V30 Pro akan memiliki kamera 50 megapiksel dengan dua sensor Sony yang menghadap ke depan. Baca selengkapnya

Baterai Mobil Listrik BYD Diklaim Bisa Dipakai hingga 1,2 Juta Kilometer

Eco Racing, Jakarta – BYD (Build Your Dream) meluncurkan tiga mobil listrik di Indonesia, Atto 3, Dolphin dan Seal. Ketiganya dilengkapi dengan baterai jenis Blade Battery yang dikembangkan sendiri oleh BYD dan dikatakan memiliki jangkauan hingga 1,2 juta kilometer.

Baterai Blade mampu menempuh jarak lebih dari 1,2 juta kilometer, jadi konsumen tidak perlu khawatir. Masalah baterai tidak perlu khawatir, sudah teruji, kata Direktur Operasional BYD Motor Indonesia Nathan Son. Jakarta, Kamis 18 Januari 2024.

Baterai Nathan Blade dijamin telah diuji dengan mengutamakan keamanan, kekuatan, daya tahan, dan masa pakai. Sebab, kata dia, faktor-faktor inilah yang menjadi perhatian konsumen.

“Keamanan produk kami adalah yang terpenting. Dari Blade Battery, kami memastikan kinerja yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut laman resmi BYD, baterai Blade terdiri dari sel-sel tunggal yang disusun secara array dan kemudian dikemas ke dalam paket baterai. Karena struktur paket baterai dioptimalkan, penggunaan ruang baterai meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan baterai litium ferro-fosfat konvensional.

Baterai mobil listrik ini telah lulus uji penetrasi paku dan tidak mengeluarkan asap atau api saat dicolokkan. Suhu permukaan baterai hanya antara 30 dan 60 derajat. Artinya, meskipun baterai blade rusak parah, kemungkinan terjadinya kebakaran jauh lebih kecil.

Baterai Blade juga telah menjalani pengujian ekstrem lainnya seperti dihancurkan, dibengkokkan, dipanaskan dalam oven hingga 300 derajat Celcius, dan diisi daya berlebih hingga 260 persen. Tak satu pun dari pengujian tersebut menghasilkan kebakaran atau ledakan.

Pilihan Editor: Mengapa BYD belum mengumumkan harga untuk 3 mobil listrik barunya

Ingin mendiskusikan artikel di atas dengan editor? Yuk gabung di member.Eco Racing/kommunitas, pilih grup GoOto

Presiden PT BYD Motor Indonesia Eagle Jao mengungkapkan ambisi BYD untuk menjadi pemimpin pasar kendaraan listrik di Indonesia. Baca selengkapnya

VinFast Auto telah meluncurkan beberapa produk kendaraan setir kanan pertamanya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Baca selengkapnya

BYD Dolphin ditawarkan Rp 425 juta, Atto 3 Rp 515 juta, Seal Rp 629 juta (Premium) dan Rp 719 juta (AWD). Baca selengkapnya

BYD memastikan akan mulai membangun pabrik perakitan di Indonesia pada tahun ini dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun. Baca selengkapnya

Pemerintah berencana memperluas insentif kendaraan listrik berupa Pajak Pertambahan Nilai Negara (PPN DTP) pada tahun ini. Baca selengkapnya

BYD Denza D9 merupakan salah satu mobil MPV mewah yang akan menyaingi Toyota Alphard di Indonesia. Baca selengkapnya

Sejumlah mobil listrik baru debut di Indonesia pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Baca selengkapnya

Mitsubishi L100 EV dibekali baterai yang mampu menempuh jarak hingga 180 km dalam sekali pengisian daya. Mobil itu dijual Rp 320 juta. Baca selengkapnya

BYD mengklaim baterai Blade mampu digunakan lebih dari 1,2 juta kilometer. Baca selengkapnya

Baik BYD Dolphin Dynamic Standard maupun Wuling Binguo EV Premium Range sama-sama memiliki baterai dengan jangkauan hingga 410 km. Baca selengkapnya

Hilirisasi Nikel 2024 Hanya Bisa Sumbang 0,4% dari Kapasitas Produksi Baterai Dunia

Eco Racing, Jakarta General Manager Energy Shift Institute Putra Adhiguna menyoroti program nikel di Indonesia yang salah satu misinya adalah berpartisipasi dalam produksi baterai kendaraan listrik global.

Ia menilai Indonesia harus terus menggalakkan produksi nikel sebagai komponen baterai kendaraan listrik. Menurut perkiraan mereka, kapasitas produksi bahan baku industri kendaraan listrik (EV) global pada tahun 2024 masih terlalu kecil.

Energy Shift Institute memperkirakan Indonesia hanya memiliki 10 gigawatt-jam (GWh) pada tahun ini, atau kurang dari 0,4 persen dari kapasitas produksi baterai dunia sebesar 2.800 GWh, kata Putra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9-2024). ). 02) berkata. ).

“Dengan kapasitas global yang diperkirakan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030, jelas bahwa Indonesia tertinggal jauh, meskipun produksi nikelnya meningkat lebih dari delapan kali lipat sejak tahun 2015,” tambahnya.

Putra menilai isu masuknya modal asing untuk membangun ekosistem baterai EV seringkali mengaburkan besaran investasi produksi baterai yang sebenarnya. Menyamar sebagai angka investasi produk setengah jadi.

Kemajuan mulai terjadi dari bahan mentah hingga produk setengah jadi untuk industri baterai. Meski saat ini sekitar tiga perempat ekspor nikel masih terkait dengan industri stainless steel, ujarnya.

Namun, ketika Indonesia perlahan-lahan meningkatkan rantai pasok industri baterai dan KBLBB (Kendaraan Listrik Bermotor Baterai), persaingan dengan negara lain sudah berjalan cepat, tegasnya.

Oleh karena itu, tegas Putra, penting untuk dicatat bahwa pertumbuhan kapasitas produksi baterai global lebih cepat dibandingkan permintaan.

Misalnya, pada paruh pertama tahun 2023, pabrik baterai di Tiongkok rata-rata beroperasi kurang dari 45 persen kapasitas produksinya, karena kapasitas terus ditingkatkan di Tiongkok.

Seiring dengan dorongan agresif Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk mengembangkan industrinya, persaingan investasi akan semakin ketat, bahkan dalam pasar yang terus berkembang.

“Selama ini nilai tambah berbagai produk nikel Indonesia berkisar dua hingga 11 kali lipat dari produk mentahnya. Namun nilai tersebut masih jauh di bawah nilai tambah yang lebih dari 60 kali lipat dari produksi baterai,” ungkapnya.

BRIN Kembangkan Metode Daur Ulang Baterai Bekas

Eco Racing, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode daur ulang baterai bekas sebagai upaya mengurangi permasalahan lingkungan akibat limbah baterai. Limbah baterai mengandung logam berat yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan.

Berdasarkan rilis BRIN di Batavia, Jumat (26/1/2024), Peneliti Pusat Penelitian Nanoteknologi Sistem BRIN Oktia Flourin mengatakan, daur ulang baterai bekas terutama dilakukan dengan metode pirometalurgi, hidrometalurgi, dan daur ulang langsung.

Pyrometalurgi adalah metode mendaur ulang baterai bekas dengan cara memanaskan baterai bekas hingga suhu tinggi. Cara ini menghasilkan logam murni, namun memerlukan energi yang besar.

Metode hidrometalurgi yang dilakukan dengan melarutkan logam dari baterai menggunakan larutan kimia, dapat menghasilkan logam murni dengan energi yang lebih rendah dibandingkan dengan pirometalurgi.

Sementara itu, daur ulang langsung semakin meningkat dengan mengganti baterai dengan katoda baterai baru. Sistem ini memiliki kebutuhan energi paling rendah, namun hanya dapat digunakan dengan jenis baterai tertentu.

Octia dan timnya mengembangkan metode daur ulang baterai menggunakan hidrometalurgi dan penelitian asam askorbat.

“Metode ini menghasilkan logam murni dengan efisiensi tinggi dan energi lebih sedikit,” kata Octia, anggota peneliti dari Kelompok Riset Material Fungsional Dimensi Rendah.

Upaya pengembangan metode daur ulang baterai bekas telah dilakukan bekerja sama dengan Universitas Osaka, Universitas Kumamoto, Universitas Teknologi Ming Chi di Taiwan, Institut Teknologi Bandung, dan UPSI Malaysia.

Octia berharap penelitian ini dapat memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap industri pertambangan.