Food Station Distribusi Bertahap Beras Premium ke Retail Jabodetabek

Eco Racing, Jakarta – Perusahaan Pangan DKI Jakarta PT Food Station Tzipinang Jaya secara bertahap mendistribusikan beras premium ke seluruh pengecer di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk menjamin ketersediaan komoditas tersebut.

“Besok (14/2), Insya Allah akan dikirim sekitar 1.000 ton, harga jualnya Rp 13.900 untuk masyarakat secara bertahap,” kata Direktur Utama PT Food Station Palmrihadi Virario kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/2). .2) /2/204).

Ia mengatakan, stok beras di tempatnya mencapai 34.000 ton atau di atas stok minimal 30.000 ton. Stoknya juga berisi 50.000 ton bulgur yang dikemas dan dicampur dengan produk lokal.

Langkah tersebut diambil PT Food Station untuk memenuhi instruksi Badan Pangan Nasional (Bapnas) RI dalam mempersiapkan pendistribusian beras premium/komersial ke seluruh pengecer di Jabodetabek.

Sementara itu, Kepala Bapnas RI Arief Prasetyo Adi mengatakan dari 200.000 ton beras komersial yang diproduksi Bulog, 50.000 ton dialokasikan khusus untuk DKI Jakarta.

Dia menargetkan pendistribusian beras komersil ke pasar modern dan tradisional melalui food station paling lambat 31 Maret 2024.

Nanti tolong food station menyiapkan beras komersial untuk dikirim ke seluruh pasar modern di Jabodetabek, kata Arief saat mengunjungi Pasar Induk Beras Sipinang (PIBC).

Arif menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian BUMN dan Dirut Bulog akan memastikan bongkar muat beras dari pelabuhan langsung didistribusikan ke pasar induk Sipinang, Jakarta Timur untuk mengantisipasi kekurangan beras di pasar. .

Mengutip data Laman Informasi Pangan Jakarta dan Badan Pangan Nasional (Bapnas), berikut rata-rata harga 19 jenis bahan pangan pada Senin (12/2) dibandingkan Minggu (11/2).

1. Beras premium Rp 19.296 per kilogram naik Rp 4.419

2. Beras medium Rp 13.576 per kilogram, di bawah Rp 30

3. Benih Kedelai Impor RP. 11.660

4. Lobak Rp37.500 per kilogram, naik Rp394

5. Umbi Bawang Putih RP. 41.166 per kg, turun menjadi Rp. 543

6. Cabai Merah Keriting RP. 74.714 per kg, turun menjadi Rp. 233

7. Cabai rawit merah Rp60.085 per kilogram turun dari Rp98

8. Daging sapi murni Rp138.611 per kilogram, turun dari Rp336

9. Daging ayam murni Rp 40.470 per orang naik Rp 803

10. Telur Ayam Ras Murni RP. 28.128 per kg, naik Rp. 168

11. Konsumsi gula menurun dari Rp172 menjadi Rp16.142 per kilogram

12. Minyak Goreng Biasa Kemasan Rp. 17.380

13. Tepung terigu curah Rp 10.928 per kilogram naik Rp 99

14. Minyak goreng curah Rp15.966 per kilogram, naik Rp201

15. Ikan Tenggiri RP. 36.200

16.Ikan Tuna RP 36.380

17. Bandeng RP 41.140

18. Garam halus beryodium Rp. 11.540

19. Tepung terigu kemasan non curah Rp. 13.130

Terpopuler: Dirty Vote Bongkar Politik Gentong Babi Jokowi, TKN Prabowo-Gibran Tantang Pembuktian Pelanggaran Pemilu

Eco Racing, Jakarta – Berita paling populer yang menyita perhatian banyak pembaca adalah film Dirty Proposal. Film yang dibintangi tiga pakar hukum tata negara ini mengungkap beberapa kasus dugaan pelanggaran pemilu parlemen dan pemilu. Politik tong babi yang dijalankan Presiden Joko Widodo alias Jokowi terbongkar. Bagaimana deskripsinya?

Berita lain yang paling banyak dibaca adalah terkait film “Dirty Proposal”. Perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Habiburohman menuding konten film “Suara Kotor” mencemarkan nama baik. Dia juga keberatan dengan tuduhan film tersebut mengenai kecurangan pemilu.

Setelah itu, muncul laporan kekurangan beras premium di pasaran. Namun Direktur Utama BULG Vayu Krishnamurthy membantah sejumlah pengecer modern kekurangan beras premium, khususnya beras stabilitas harga pasar kemasan (SPHP) BULG. Menurut Bayu, beras premium Bulog masih tersedia di berbagai pengecer modern di Indonesia.

Lalu muncul kabar Tom Lembang, Wakil Kapten Timnas Anis-Muhaimin (Amin), yang kembali mengkritik kebijakan ekonomi Presiden Jokowi.

Namun berita kelima adalah beberapa pusat perbelanjaan dan toko retail yang akan mengadakan promosi besar-besaran khusus mendukung pemilu pada 14 Februari 2024.

Berikut rangkuman lima berita terpopuler Eco Racing.

Berikutnya: Survei Kotor Tunjukkan Tong Babi Pilpres 2024 Jokowi Politisasi Politik dan Bansos, Begini Penjelasannya

Lanjutkan membaca

Stok Beras Premium Langka, Pengusaha Waswas Masyarakat Panic Buying

Jakarta –

Produk beras premium mulai berkurang pasokannya di banyak toko-toko kecil, dan supermarket membatasi pembelian beras meskipun produknya berlimpah. Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) mengakui beras premium sulit didapat saat ini.

Bapak Roy Mandey, Chief Executive Officer APRINDO, mengatakan sulitnya pedagang memasok beras lokal jenis premium dalam kemasan 5kg. Keterbatasan pasokan beras ini disebabkan terbatasnya stok beras karena belum tibanya musim panen raya. Roy sendiri meyakini panen baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024.

Situasi yang tidak seimbang serta kondisi antara pasokan dan permintaan menyebabkan peningkatan HET beras di pasar ritel modern, kata Roy Mande dalam keterangannya, Jumat (2/09/2024).

Pihaknya juga meminta pemerintah melonggarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga referensi produk kebutuhan pokok dalam jangka waktu tertentu. HET dilonggarkan untuk memungkinkan para pedagang membeli produk-produk penting, termasuk produk beras, dari produsen yang telah menaikkan harga beli sebesar 20-35% pada minggu sebelumnya.

“Pada toko ritel modern di Indonesia, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kelangkaan atau kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok tersebut, yang jika terjadi kelangkaan akan menyebabkan terjadinya pembelian panik oleh konsumen yang ingin sekali membeli dan menimbun barang-barang kebutuhan pokok dan penting tersebut. Barangnya habis dan situasi harga jadi tidak stabil,” jelasnya. kata Roy.

Roy menyatakan, pihaknya tidak bisa mengatur dan mengendalikan harga yang diputuskan produsen. Sebab, harga ditentukan oleh produsen hulu, kemudian diteruskan melalui jaringan distribusi ke sektor hilir, kemudian dibeli atau dibelanjakan oleh masyarakat di toko ritel modern dengan HET yang ketat. (hal./ed.)