Hapus Kesenjangan Digital di Indonesia, EdgePoint Rekomendasikan Diskon Tarif untuk Pedesaan

Eco Racing, Jakarta – EdgePoint Infrastructure, sebuah perusahaan infrastruktur telekomunikasi, telah menerbitkan buku putih tentang kesenjangan digital di Asia Tenggara. Ada tiga negara yang menjadi fokus EdgePoint dalam buku putih ini: Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Direktur Utama PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk Raymond Yan menjelaskan EdgePoint Infrastructure telah melakukan penelitian dan kajian mengenai hambatan akses Internet dari perspektif infrastruktur di tiga negara yaitu Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Sekadar informasi, Centratama Telekomunikasi Indonesia merupakan perusahaan infrastruktur menara telekomunikasi yang tergabung dalam Edgepoint Infrastructure.

Ada tiga tujuan kajian yang dilakukan pada akhir tahun lalu. Yang pertama adalah mengkaji hambatan terhadap akses Internet dari perspektif infrastruktur. Kedua, menyiapkan rekomendasi kebijakan terkait kesenjangan digital di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Langkah terbaru adalah dengan mengundang partisipasi pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi untuk mendorong pertumbuhan industri tersebut.

Kajian ini sangat penting karena infrastruktur telekomunikasi dapat memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui, pemerintah Indonesia terus mendorong digitalisasi bagi pengusaha UMKM, jelas Raymond kepada Eco Racing, seperti ditulis Jumat (2/9/2024 ).

Raymond melanjutkan, Berdasarkan penelitian tersebut, ada dua kelompok masyarakat yang mengalami kesenjangan digital di Asia Tenggara. Yang pertama adalah mereka atau kelompok masyarakat yang tidak mempunyai akses terhadap telekomunikasi. Yang kedua adalah kelompok yang memiliki akses namun konektivitasnya buruk, umumnya cakupan 4G rendah.

Kelompok yang tidak memiliki akses telekomunikasi biasanya berada di daerah pedesaan dan terpencil. Apalagi sebagian besar dari mereka adalah masyarakat berpenghasilan rendah.

Sedangkan kelompok kedua adalah warga yang tinggal di perkotaan dan pinggiran kota, khususnya kelompok berpendapatan rendah.

Untuk itu, EdgePoint telah memberikan sembilan rekomendasi kebijakan yang dinilai mampu mengatasi permasalahan konektivitas atau kesenjangan digital yang saat ini terjadi di Asia Tenggara:

1. Mereformasi pencairan dana untuk inisiatif akses universal guna memastikan bahwa dana digunakan secara lebih efisien dan dapat dengan cepat memberikan manfaat kepada masyarakat pedesaan.

2. Memetakan infrastruktur dan meningkatkan akses terhadap informasi untuk membantu penyedia layanan membuat keputusan implementasi strategis. Misalnya, daerah dengan perekonomian rendah memerlukan pendanaan pemerintah karena tidak menguntungkan pihak swasta.

3. Meningkatkan pendanaan untuk infrastruktur pengembalian akses bersama di daerah pedesaan, karena hal ini berkontribusi besar terhadap kesenjangan cakupan di semua pasar.

4. Membuat program khusus untuk meningkatkan cakupan fasilitas penting di daerah pedesaan dan daerah yang kurang terlayani.

5. Mewajibkan akses terhadap fasilitas TIK dalam ruangan untuk memungkinkan cakupan suara di dalam gedung melalui undang-undang yang memperbolehkan pemegang izin telekomunikasi untuk memasang peralatan yang diperlukan.

6. Menetapkan standar kualitas jangkauan seluler sebagai komitmen terhadap penggelaran infrastruktur.

Khusus untuk Indonesia, EdgePoint merekomendasikan rasionalisasi biaya spektrum atau menawarkan diskon di wilayah pedesaan sehingga dapat meningkatkan akses masyarakat pedesaan terhadap konektivitas atau kesenjangan digital.