Menkominfo Pastikan Take Down Banyak Konten Hoaks Seputar Pemilu 2024

Eco Racing, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan penghapusan informasi palsu pada pemilu 2024. Hal ini diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Budi Arie Setiadi.

Menurut dia, Kementerian Pos dan Komunikasi telah mengambil beberapa tindakan terhadap berbagai berita bohong terkait pemilu 2024. Menteri Pos dan Komunikasi juga mengungkapkan, ada pemantauan online yang dilakukan timnya.

“Yang paling besar (hoax) sudah kita hilangkan. Kita pantau secara online 24 jam sehari,” ujarnya dalam rapat pasca pemilu. Menkominfo tidak memastikan jumlah penipuan yang dihapus, namun diyakini mencapai ratusan.

Menteri Pos dan Telekomunikasi juga mengumumkan bahwa setelah kampanye politik ini berakhir, Kementerian Pos dan Telekomunikasi akan melaporkan banyaknya berita bohong yang beredar terkait pemilu 2024.

“Banyak hal yang sudah kami ambil. Kami akan keluarkan laporannya setelah pemilu,” jelasnya.

Sebelumnya, Menkominfo meminta masyarakat mewaspadai potensi penyebaran informasi palsu dan menyesatkan di ruang digital pada masa jeda Pemilu 2024.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari berita-berita yang bernuansa berita buruk, termasuk gosip tentang iklim pemilu 2024 dan rumor tentang dunia nyata.

Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, “Penyebaran informasi menyesatkan, disinformasi, jahat, dan fitnah pada pemilu 2024 harus dihentikan karena dapat merusak proses demokrasi yang sedang berjalan dan merusak persatuan bangsa.”

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika/Menkominfo Budi Arie Setiadi berhak memilih pada pemilu 2024. Budi Arie mencoblos di TPS 001 Kompleks Widya Chandra, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada Rabu (14 Februari 2024), pantauan Tekno Eco Racing, Menkominfo berjalan kaki dari istananya menuju TPS sekitar pukul 09.34. Menkominfo mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Dalam kunjungan tersebut, Menkominfo didampingi istrinya Zara Murzandina serta kedua anaknya Nadila Raisha dan Nanda Diandra. Sesampainya di TPS, nama Budi Arie segera dipanggil dan ia memberikan suaranya.

Setelah diberikan hak pilih, Budi langsung memasukkan surat suaranya ke dalam kotak suara. Sebelum meninggalkan TPS, Menkominfo mencelupkan jarinya ke dalam tinta untuk menandai suaranya pada Pemilu 2024.

“Tadi pagi saya cek semuanya, sepertinya masyarakat sudah mau datang ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya. Saya harap pemilu ini cepat terjadi. Saya harap kita bisa tahu hasilnya malam ini. Kita akan mengadakan pemilu yang aman di tahun 2024. kata Menteri Komunikasi dan Informatika Hu.

Usai terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Negara Mensesneg Pratychno pun turut hadir di TPS yang sama. Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali terpilih di TPS ini.

Sementara itu, pada hari ini, Rabu (2 Desember 2024), Google Doodle menganimasikan pemilihan umum (Pemilu) 2024 dengan gambar sederhana.

Halaman utama pencarian dihiasi gambar Google Doodle berupa kotak suara, lengkap dengan bendera merah putih.

Jika diperhatikan dengan seksama, Anda juga bisa melihat tulisan ‘Google’ yang tertulis di bagian belakang kotak suara berwarna putih dengan latar belakang abu-abu.

Saat mengklik Google Doodle Pemilu 2024, pengguna akan diarahkan ke halaman terkait Pemilu Indonesia 2024.

Sekadar informasi, hari ini WNI dijadwalkan akan memilih pada pemilu 2024. Kali ini masyarakat memilih anggota legislatif (DPRD kota, daerah, daerah, dan DPRD Republik Indonesia).

Selain itu, rakyat akan memilih presiden dan wakil presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Menurut KPU, warga bisa memilih pada Pemilu 2024 mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Literasi Digital Jadi Bekal Masyarakat Menjelang Pemilu

Eco Racing, JAKARTA – Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap literasi digital di tahun politik akan menjadi keuntungan bagi terselenggaranya pemilu yang demokratis.

Sebab, masyarakat bisa berpikir kritis dan menyaring informasi tidak benar yang tersebar di media sosial.

BACA JUGA: Literasi Digital: Harapkan Kebocoran Data Pribadi Kurangi Kekacauan Pemilu

“Kurangnya pemahaman terhadap literasi digital dapat merugikan proses pemilu, karena pemilih dapat memilih berdasarkan informasi yang tidak akurat bahkan terpengaruh oleh propaganda digital,” kata Praktisi Literasi Digital Kabupaten Kediri, Sulis Setianingsih dalam Seminar Literasi Digital Islami. Forum Persahabatan Pesantren (FSPP). ) di Balai Desa Wonorejo, Kediri, baru-baru ini.

Dikatakannya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi seiring dengan besarnya arus informasi di dunia maya, masyarakat membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang teknologi.

BACA JUGA: Literasi Digital Penangkal Hoaks dan SARA di Pemilu 2024

“Jika literasi digital meningkat, maka pemimpin akan mampu melaksanakan pemilu yang jujur, adil, dan terpercaya. Sebab, pemilih bisa berpikir kritis untuk menganalisis informasi politik yang diperoleh dari penggunaan teknologi digital,” lanjutnya.

Terakhir, masyarakat juga dapat berkontribusi dalam memahami konsep demokrasi. Juga hak dan kewajibannya, serta pemilihan dan pemilihan informasi yang dapat dipercaya.

BACA JUGA: Mbak Rerie Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Digital Hadapi Era Globalisasi

“Sebagai konstituen, jangan asal memilih, harus memahami persoalan politik calon calon dan mempunyai sikap kritis,” imbuhnya.

Praktisi Etika Digital Ari Wahyudi menambahkan pentingnya literasi digital dalam proses pemilu. Hal ini tidak hanya membawa manfaat bagi individu, tetapi juga bagi integritas sistem demokrasi secara keseluruhan.

“Kita semua ingin berperan dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, karena literasi digital juga menjadi kunci suksesnya pemilu tahun ini,” jelasnya.

Menurut Ari, partisipasi aktif masyarakat dengan melakukan diskusi publik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat sebagai kunci sukses pemilu.

“Karena tanpa literasi yang baik, khususnya di dunia maya seperti media sosial, masyarakat bisa terpengaruh oleh penipuan atau isu politik yang salah,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus Lembaga Ekonomi Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Kediri, Faridatur Rofiah, juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai sarana mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan terpercaya.

Dengan ketentuan ini, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan kritis terhadap konten yang mereka konsumsi, sehingga mengurangi risiko penyebaran kecurangan saat pemilu.

“Jadi, kalau punya informasi tentang pelatihan literasi digital, jalani saja. “Ajak juga teman atau keluarga untuk ikut,” tutupnya.

Sekadar informasi, Seminar Literasi Digital (FSPP) Forum Persahabatan Pondok Pesantren bertema “Peningkatan Literasi: Mewujudkan Pemilu yang Jujur dan Terpercaya” merupakan rangkaian kegiatan untuk Indonesia yang selalu memprogramkan Lebih Banyak Kapasitas Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ./jpnn). )Jangan lewatkan video pilihan editor ini: