Intip Spesifikasi Jet Tempur F-5 Northrop yang Dipakai Houthi Melawan AS

JAKARTA – Jet tempur F-5 milik Korea Utara disebut-sebut menjadi satu-satunya jet tempur milik kelompok Houthi di Yaman. Senjata ini memang terbilang kuno, namun tidak kalah canggihnya dengan senjata modern yang kita tembak.

Baru-baru ini, kelompok Houthi teridentifikasi setelah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah. Tindakan ini mendapat tanggapan dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Selama perang, Houthi terlihat menggunakan satu jet tempur. Tipe F-5, sebuah jet tempur mungkin telah ditangkap oleh pasukan pemerintah selama perang saudara yang lalu.

Lantas, sebenarnya seperti apa spesifikasi jet tempur Northrop F-5 yang digunakan Houthi? Simak ulasannya berikut ini:

Spesifikasi Jet Tempur Northrop Houthi F-5

F-5 adalah pesawat tempur ringan supersonik yang dirancang oleh Northrop Corporation Amerika Serikat. Pesawat ini mulai terbang sekitar tahun 1960.

Dalam desainnya, model F-5 standar dibekali dua mesin listrik General J85. Mesin ini dipilih karena kinerjanya yang baik dan biaya perawatan yang rendah.

Pada awalnya, F-V hanya ditujukan untuk misi seperti ketinggian. Namun seiring perkembangannya, pesawat tempur ini menggunakan pesawat sebagai pendukung serangan.

Menurut situs SkyBrary, F-5 memiliki panjang 14,5 m, lebar sayap 8,10 m, dan tinggi 4,0 m. Menurut karyanya, pesawat tempur ini mampu mencapai ketinggian 50.000 kaki dan mencapai kecepatan Mach 1.

Saat mencari senjata, F-5 dapat membawa berbagai macam senjata untuk menjalankan misinya. Misalnya senjata anti radar cloud, tank Walleye, dll.

Selain digunakan di Amerika Serikat, F-5 banyak diekspor ke negara lain. Satu hal yang membuat orang membelinya adalah mudah untuk dibeli dan dibuat.

Baru-baru ini, F-5 terlihat di Laut Merah saat kelompok Houthi beroperasi. Meski belum jelas, hal ini mungkin akibat pelepasan senjata dari pemerintah Yaman.

Demikian ulasan mengenai detail jet tempur Northrop F 5 yang digunakan Houthi melawan AS di Laut Merah.

Insinyur Indonesia Diselidiki atas Dugaan Pencurian Teknologi Jet Tempur KF-21, PT Dirgantara Indonesia Serahkan pada Kemenlu

Eco Racing , Bandung – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah menyerahkan kasus insinyur Indonesia yang dituduh mencuri teknologi jet tempur KF-21 kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Arahan manajemen, komunikasi dengan media dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), karena komunikasi ini merupakan diplomasi kedua negara, kata Manajer Corporate Communication dan Publisitas PT Dirgantara Indonesia, Senin. , 5 Februari 2024.

Sebelum terungkapnya kasus tersebut, PT Dirgantara sempat disebut-sebut dalam beberapa pemberitaan sebagai salah satu perwakilan industri Indonesia dalam program Transfer Teknologi (TOT) Kementerian Pertahanan RI untuk kerja sama Indonesia-Korea Selatan di bidang produksi jet tempur yakni KF. -21 jet tempur.

Sebagai bagian dari TOT, perusahaan Indonesia PT Dirgantara mengirimkan insinyurnya ke Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam program TOT dan mengembangkan pesawat tempur KF-21.

Sebelumnya, kantor berita Korea Selatan Yonhap memberitakan bahwa para insinyur Indonesia sedang diperiksa karena diduga mencuri teknologi terkait jet tempur KF-21 yang dikembangkan Indonesia dan Korea Selatan.

Menurut sumber dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) dan Defense Counterintelligence Command, seorang insinyur Indonesia yang ditugaskan di Korea Aerospace Industries (KAI) diduga menyimpan data pengembangan KF-21 di memory stick USB.

Badan Intelijen Nasional dan tim investigasi DCC sedang menyelidiki kasus ini dan melarang WNI tersebut meninggalkan Korea Selatan. “Saat ini sedang dilakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah terdapat teknologi strategis dalam data yang dikumpulkan,” kata Yonhap mengutip sumber tersebut.

Indonesia, sebagai negara mitra dalam proyek jet tempur KF-21, gagal membayar 20 persen dari biaya proyek sebesar 8,8 triliun won (US$6,5 miliar). Menurut Yonhap, sejauh ini Indonesia telah membayar 278,3 miliar won untuk proyek tersebut dan masih memiliki kekurangan pembayaran sebesar 1 triliun won.

Selalu update informasi terkini. Simak berita terkini dan berita pilihan dari Eco Racing di channel Telegram “Eco Racing Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.

Informasi rahasia tersebut mencakup rincian avionik jet tempur Korea. Diantaranya adalah tentang radar. Terus berlanjut

Kementerian Luar Negeri memantau penyelidikan dua insinyur Indonesia yang terlibat dalam proyek jet tempur KF-21 Boromai. Terus berlanjut

Berikut 5 hal seputar proyek jet tempur KF-21 Borame Korea Selatan-Indonesia dan perkembangannya. Terus berlanjut

Seorang insinyur Indonesia sedang diselidiki karena diduga mencuri teknologi terkait jet tempur KF-21. Baca selengkapnya

Pihak berwenang Korea Selatan sedang menyelidiki insinyur Indonesia atas pencurian terkait teknologi jet tempur KF-21. Terus berlanjut

Sebuah jet tempur F-16 AS jatuh saat pelatihan di Korea Selatan. Pilot berhasil menyelamatkan diri. Terus berlanjut

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah bertanya kepada Kementerian Kehakiman Belanda bagaimana Israel dapat menghindari penuntutan atas kejahatan perang. Baca selengkapnya.

Tiga kelompok hak asasi manusia Belanda kembali menggugat pemerintah untuk menghentikan ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel.

Jokowi mengatakan, mereka membahas kerja sama Indonesia dan Filipina dalam pengadaan peralatan dasar sistem pertahanan (alucista). Terus berlanjut

Kementerian Pertahanan (Kmenakhan) membeli 42 jet tempur Rafale. Terus berlanjut