Makanan Lezat yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol

Eco Racing, JAKARTA – Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko berbagai masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung. Memperbaiki pola makan Anda adalah salah satu kunci untuk membantu mengelola kadar kolesterol Anda.

Kabar baiknya, ada makanan yang bisa menurunkan kolesterol tinggi dan memberi kita kolesterol baik, yang penting untuk menjaga kebersihan arteri kita, kata ahli gizi Ashleigh Tosh, seperti dilansir Express, Senin (2/5/2024). . .

Yang tak kalah menarik, masakan rekomendasi Tosh ini enak dan lezat. Berikut lima makanan yang direkomendasikan Tosh untuk menurunkan kolesterol:

1. buah beri

Buah beri kaya akan antioksidan dan serat, yang membantu menurunkan kolesterol. Beberapa contoh buah beri adalah stroberi, blueberry, dan raspberry. Tosh merekomendasikan untuk memakan buah beri langsung atau mengolahnya menjadi menu sarapan dan koktail.

2. Ikan berminyak

Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber asam lemak omega-3 yang membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh. Kadar kolesterol baik yang tinggi membantu mengelola kolesterol Anda agar tetap sehat.

3. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai buah yang lembut dan lezat yang kaya akan lemak sehat. Mengonsumsi alpukat membantu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Namun konsumsi alpukat tidak boleh berlebihan, karena alpukat tinggi lemak.

4. Kacang

Kacang-kacangan bisa menjadi camilan yang kaya akan lemak sehat dan serat. Konsumsi kacang secara teratur membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Tosh merekomendasikan untuk mengonsumsi sekitar 1-2 ons, atau sekitar 28-56 gram kacang-kacangan per hari.

5. Cokelat hitam

Cokelat hitam dapat berkontribusi terhadap kesehatan jantung dan kadar kolesterol bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pilihlah produk dark chocolate dengan kandungan kakao 70 persen atau lebih.

Turunkan Kolesterol, Makanan Apa Saja yang Harus Dikurangi?

Eco Racing, JAKARTA — Kolesterol merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Namun, jika kolesterol dalam darah terlalu banyak, hal ini bisa menjadi masalah. Sebab, itu berarti terdapat kelebihan lemak di pembuluh darah.

Menurunkan kadar kolesterol adalah kunci gaya hidup sehat. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan kolesterol, termasuk mengurangi jumlah makanan yang Anda makan. Tak hanya gula dan karbohidrat, dokter umum Bhavini Shah juga mencantumkan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari.

Dr Shah mengatakan, terlalu banyak kolesterol dapat menyebabkan kemacetan di arteri. Mungkin ada risiko kesulitan aliran darah. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Oleh karena itu, pengelolaan kadar kolesterol sangat penting untuk menjaga kesehatan, ujarnya, seperti dikutip laman Daily Record, Selasa (6/2/2024).

Shah yang merupakan dokter umum di LloydsPharmacy Online Doctor menjelaskan bahwa target kadar kolesterol baik seringkali bergantung pada beberapa faktor, seperti usia, kondisi kesehatan, dan risiko penyakit jantung. Namun, kadar kolesterol bisa berbeda-beda jika pasien sembuh dari suatu penyakit, melahirkan, atau mengonsumsi obat.

Orang dewasa yang sehat harus memiliki kadar kolesterol darah total minimal 5 mmol/L. Sementara itu, bagi wanita, dianjurkan untuk menjaga kadar kolesterol baik (HDL) di atas 1,0/mmol/L atau di atas 1,2/mmol/L dan kolesterol jahat. kolesterol (non-HDL) di bawah 4mmol/L.

Untuk menurunkan kolesterol, Shah menganjurkan untuk mengurangi makanan tinggi lemak, terutama makanan tinggi lemak jenuh. Artinya menghindari konsumsi makanan berlebihan seperti daging merah, sosis dan pie, produk susu berlemak penuh, dan gorengan.

Yang terbaik adalah memilih lemak tak jenuh seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Tips lainnya, Shah juga menganjurkan untuk berhenti merokok dan menghindari alkohol yang juga berpotensi menyebabkan kolesterol tinggi.

Selain itu, hindari makanan olahan atau makanan olahan khusus yang terlalu banyak mengandung gula, garam, dan lemak. Terlalu banyak mengonsumsi makanan jenis ini meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.