Rektor Ungkap Kriteria Prestasi untuk Lolos SNBP 2024 di Unair

JAKARTA – Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih mengungkapkan apa saja kriteria pengajuan SNBP di kampusnya. Calon mahasiswa baru (camaba) mohon diperhatikan informasi ini.

Universitas Airlangga (Ijazah D3 dan D4 Unair serta Ijazah Sekolah Menengah Atas (S1)) membuka lembaga calon mahasiswa sebanyak 9.900 orang yang sebagian besar tersebar di 64 program studi yang sebagian besar tidak terakreditasi tinggi, bahkan diakui secara internasional.

Kriteria Pencapaian SNBP Unair

Dalam jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), selain syarat untuk menjadi siswa yang layak, prestasi siswa merupakan salah satu nilai dalam jalur keberhasilan nasional ini.

Baca Juga: Prediksi Nilai Rata-Rata Rapor 2024 Akses Unair Jalur SNBP, Lihat Angkanya

Menurut pakar ekonomi syariah ini, salah satu kriteria keberhasilan di SNBP adalah nilai penyelenggara ujian.

Rektor yang menjabat sejak tahun 2015 ini meyakini keberhasilan di tingkat internasional dan nasional akan menjadi nilai plus bagi calon mahasiswa di SNBP nantinya. Performa seorang juara juga menjadi salah satu faktornya, apakah itu juara mayor atau juara 1-3.

Unair tidak menggunakan kuota khusus

Profesor Nasih menegaskan, tidak ada kuota khusus untuk seleksi masuk perguruan tinggi bagi SMA/MA dan SMK terbaik di Unair. Lanjutnya, semua sama-sama dipilih berdasarkan kepantasan dan keunggulan calon mahasiswa yang mendaftar.

Baca Juga: Ini Bagian Terberat di Unair untuk Pedoman SNBP dan SNBT 2024, Persaingannya Tinggi!

Ia menambahkan, semua sekolah melalui proses seleksi yang sama. Setiap tahunnya terjadi perubahan jumlah siswa yang diterima di setiap SMA/MA. Inilah tipe Unair yang transparan. “Jumlah mahasiswa yang diterima itu faktor mekanisme pasar, perubahan terjadi tanpa ada kuota tertentu,” kata Profesor Nasih.

Tingkat keparahan

Dengan kualitas yang diberikan Unair, tentunya peminat terhadap Unair semakin meningkat setiap tahunnya.

Minat yang semakin besar ini membuat khawatir sejumlah guru baru dan calon siswa. Sebab, sebagian besar dari mereka menganggap sulit untuk sukses di Unair

Profesor Nasih menjelaskan, ketatnya kurikulum SNBP tidak bisa diprediksi. Menurutnya, program akademik di kampusnya selalu mengalami perubahan setiap tahunnya, perubahan tersebut didasari oleh tingginya minat terhadap perubahan program akademik tersebut, tidak adanya acuan yang jelas tentang ketatnya program akademik tersebut.

“Misalnya kurikulum A lebih ketat dibandingkan kurikulum B tahun lalu, mungkin yang terjadi tahun ini justru sebaliknya. “Benar-benar di luar kendali, selain berusaha keras, ingatlah untuk berusaha mencapai hasil yang diinginkan. ,’ tutupnya.