7 Tempat Kuliner di GBK, Jadi Pilihan usai Berolahraga

JAKARTA – Banyak tempat makan di kawasan GBK alias Gelora Bung Karno. Jadi, tak hanya olahraga, Anda bisa menikmati berbagai jenis makanan di sana untuk memuaskan selera Anda.

Jika Anda kesulitan mencari tempat makan di kawasan GBK, tidak sulit. Jadi dimana? Berikut beberapa di antaranya, dilansir dari berbagai sumber, Jumat (15/2/2024).

1. Kantor Jagung GBK

Panduan bersantap di GBK adalah Pusat Kuliner GBK. Ada berbagai macam menu yang bisa dipesan di sini.

Mulai dari nasi goreng, soto, sate Padang, gado-gado, aneka minuman, semuanya ada. Harganya yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

2. Soto Kudus Senayan

Makan malam GBK Senayan selanjutnya adalah Soto Kudus Senayan. Meja ini sangat cocok untuk makan malam. Saus pedasnya sangat lezat dengan aromanya yang khas.

Bumbunya yang ringan dengan rasa manis gurih serta suwiran ayam yang banyak akan membuat pelanggan datang lagi dan lagi ke sini. Tak hanya soto, di sini Anda akan menemukan berbagai jenis sate untuk menambah kenikmatan santapan.

3. Nasi Udik Uduk Betawi

Di GBK Senayan, Nasi Uduk Betawi Udik sangat populer. Menunya bukan nasi biasa lho. Ada ayam, susu, kari sayur, sop tulang, bihun, sop, dan salad buah. Tempatnya sederhana, tapi rasanya luar biasa!

4. Otot-otot lapangan tembak

Bagi pecinta kuliner di Jakarta, tempat makan yang satu ini sudah tidak asing lagi. Restoran steak ini sudah berusia lebih dari 40 tahun lho.

Meski menu utamanya adalah daging, namun restoran ini juga menyajikan jenis makanan lain seperti mie ayam, nasi goreng, mie goreng, bihun, soto, tongseng, serta aneka minuman dan dengan air dingin.

Mau Tubuh Ideal? Ahli Gizi Bilang tak Perlu Diet Macam-Macam, Cukup Lakukan Ini

Eco Racing, JAKARTA – Tidak perlu makanan berbeda untuk mencapai bentuk tubuh ideal, kata pakar gizi masyarakat Dr. Tan Shat Yin. Menurutnya, untuk memiliki tubuh ideal cukup dengan makan tiga kali sehari dengan porsi yang tepat dan kualitas yang baik.

“Bangun pagi, sarapan ya, terus makan siangnya teratur ya. Jam 12, jam 1 siang, lalu makan malam, habis salat Maghrib, dan dari Maghrib lagi sampai besok pagi.” makan? Bukankah itu puasa intermiten?” ujarnya dalam podcast. Kemencast #63 – Nutrisi Tepat Berdasarkan Usia” di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Puasa intermiten adalah puasa dalam jangka waktu tertentu, misalnya 12 hingga 16 jam, yang populer di luar negeri. Menurutnya, seseorang perlu mengetahui apa yang dibutuhkan tubuhnya.

“Yang sering menjadi masalah adalah kebiasaan sarapan,” ujarnya. Faktanya, banyak anak yang lebih memilih camilan dibandingkan makanan utama.

Gambaran kebutuhan tubuh terlihat dari konsep Isi Piringku yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Cheminex). Dalam konsep ini, 50 persen makanan seseorang terdiri dari sayur-sayuran dan buah-buahan, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Selain itu, konsep Fill My Plate juga menekankan pada pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak. Menurutnya, konsep ini bisa dijadikan pedoman makan bahkan bagi orang lanjut usia.

Tan menjelaskan, ada empat pilar pola makan seimbang, yaitu variasi makanan dan olahraga atau aktivitas fisik yang cukup. Pola hidup bersih dan sehat juga mencakup mengonsumsi makanan bersih dan sehat serta rutin memeriksakan berat badan.

Olahraga yang cukup sangat penting untuk menjaga sensitivitas insulin, yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah yang meningkat, katanya. Ia mengatakan, yang terpenting adalah konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat.

“Nah, persoalannya orang yang mengikuti gaya hidup, kalau tidak bisa melihat hasilnya, mereka hanya melihatnya sebagai penyiksaan, penjara, tentu tidak akan berhasil,” ujarnya.

7 Tanda Terkena Diabetes, Benarkah Ada Tipe Basah dan Kering?

Eco Racing, Jakarta – Jumlah penderita diabetes di Indonesia diyakini akan terus meningkat. Menurut statistika.com, pada tahun 2024 akan terdapat 9,5 juta kasus diabetes di Indonesia. Peningkatan risiko ini terjadi karena banyak masyarakat yang tidak menjalani pola hidup sehat.

Diabetes memiliki 2 jenis penyakit yang menyerang tubuh. Tipe pertama terjadi pada anak-anak karena sel-sel tubuh tidak mampu memproduksi insulin. Menurut situs Diabetes UK, diabetes tipe 2 terjadi ketika hormon insulin tidak bekerja dengan baik akibat gaya hidup tidak sehat yang disebabkan oleh faktor genetik.

Istilah diabetes kering dan diabetes basah sudah dikenal di masyarakat. Seperti dilansir dalam makalah penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpur bertajuk “Mendeskripsikan Pengetahuan Penderita Diabetes Tentang Komplikasi Diabetes” oleh Ningrum, diabetes eksudatif identik dengan luka yang sulit sembuh, tetap lembab karena cairan, dan bernanah.

Saat penderita diabetes basah kuyup, mereka kehilangan kemampuan lapisan kulit untuk menutup dan menyembuhkan luka. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel saraf. Oleh karena itu, pada penderita diabetes dengan luka basah, bagian luka sering dibalut agar cairan di dalamnya tidak menyebar dan tidak menyebarkan bau yang tidak sedap.

Melansir Healthline, ada istilah “gangren” yang mengacu pada pasien diabetes yang mengalami kematian jaringan tubuh sehingga menghambat sirkulasi. Penderita diabetes tipe ini dianggap kering, lukanya tidak terbuka, namun lama kelamaan bagian tubuh yang dirusak menjadi hitam karena aliran darah tersumbat. Ketika kondisinya memburuk, dokter biasanya memutuskan untuk melakukan amputasi untuk mencegah pembusukan semakin parah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, penderita diabetes menjadi lebih mahir dalam mengontrol kadar gula darahnya. Website tersebut menyebutkan bahwa ada beberapa tanda seseorang mungkin mengidap diabetes, yaitu:

1. Kurang tidur

Diabetes tipe 2 biasanya disebabkan oleh konsumsi hormon insulin yang berlebihan, padahal insulin bukanlah fenomena normal pada diabetes. Penderita diabetes tetap perlu memantau kadar hormon ini. Salah satunya adalah tidur yang cukup agar tubuh tetap segar dan kadar insulin meningkat.

2. Melewatkan sarapan

Penderita tetap perlu mengonsumsi makanan seimbang, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Melewatkan sarapan pagi dapat menyebabkan tingginya kadar gula darah pada penderita.

3. Lanjutkan penggunaan kafein

Meski Anda minum kopi tanpa gula, kadar gula darah Anda mungkin tetap naik. Karena sebagian penderita sangat sensitif terhadap kafein, kafein juga menyebabkan tubuh sedikit istirahat sehingga justru memperburuk kondisinya.

4. Konsumsi pemanis buatan

Pemanis buatan masih digunakan pada makanan dan minuman olahan, meski dalam jumlah kecil. Pasien harus menghindari pemanis buatan, yang secara signifikan mempengaruhi kadar gula darah.

5. Terlalu sering minum alkohol

Minum air putih memang menyegarkan dan menyehatkan, namun pada beberapa kasus diabetes, membiarkan tubuh dehidrasi sebenarnya adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, kadar gula darah lebih mudah dikendalikan sehingga pasien kerap disarankan untuk berpuasa.

6. Menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari

Saat kulit terbakar, saraf biasanya mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Rasa sakit yang diakibatkannya menyebabkan tekanan mental yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Jadi lakukan secukupnya.

7. Fenomena Fajar (Fenomena Fajar)

Menurut penelitian ilmiah, ada istilah fenomena fajar, dimana setiap orang, termasuk penderita diabetes, mengalami lonjakan hormon menjelang pagi hari. Untuk mengatasi hal ini, lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan.

Pilihan Editor: Apakah diabetes pada anak bisa disembuhkan?

Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi telur dan diabetes, serta risiko jenis kanker tertentu. Baca selengkapnya

Kelebihan kafein dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit. Banyak dari metode berikut yang dapat menguranginya. Pelajari lebih lanjut

Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa. Namun, ketika tim olahraga kesayangannya kalah, seringkali para penggemarnya menjadi depresi, seperti yang terjadi pada Super Bowl LVIII. Baca selengkapnya

Penyanyi Andien berbagi tips memulai dari yang sederhana dan mengetahui kemampuan diri untuk mulai berolahraga. Baca selengkapnya

Agar petugas KPPS dapat menjalankan tugasnya dengan baik pada pemilu, kondisi kesehatannya harus prima. Berikut saran dokter. Baca selengkapnya

Penting untuk tetap menjaga kesehatan saat musim hujan agar terhindar dari berbagai jenis penyakit. Berikut tips tetap sehat saat musim hujan. Baca selengkapnya

Layanan streaming ini akan menampilkan berbagai jaringan olahraga termasuk ESPN, ESPN2, ESPNU, SECN, ACCN, ESPNews, ABC, FOX dan FS1. Baca selengkapnya

Gula darah tinggi tidak selalu berarti Anda menderita diabetes. Riwayat keluarga, genetika, dan gaya hidup dapat menyebabkan hiperglikemia nondiabetes. Baca selengkapnya

Memiliki dagu ganda memang bisa membuat banyak orang merasa tidak percaya diri. Berikut cara sederhana dan efektif menghilangkan double chin. Baca selengkapnya

Jatuh adalah penyebab cedera dan kematian nomor dua. Aktivitas fisik ringan dikaitkan dengan rendahnya risiko jatuh pada orang lanjut usia. Baca selengkapnya

Anies Ingin Beasiswa LPDP Diperluas ke Sektor Kebudayaan hingga Olahraga

Eco Racing – Calon presiden (Kapres) Indonesia Anies Baswedan ingin dana hibah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diperluas ke bidang kebudayaan, seni, dan olahraga.

Menurut Anies, hal ini disebabkan karena sektor tersebut sering terabaikan dan tidak diprioritaskan dalam pemberian beasiswa.

BACA JUGA: Anies akan mengizinkan guru yang ditunjuk PPPK mengajar di sekolah rumah

“Pemilihan daerah LPDP harus dikembangkan lebih luas. Termasuk sektor kebudayaan, seni, dan olah raga yang seringkali tidak mendapat prioritas dalam pemberian beasiswa,” ujarnya, Selasa (23/1) pada acara Mendesak Anies Edisi Edukasi. acara di Yogyakarta.

Menurut Anies, ketiga sektor tersebut turut berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

BACA JUGA: Netizen troll Gibran, Yandri Susanto merespons

Agnes mengingatkan, kemajuan negeri ini tidak hanya ditentukan oleh kemakmuran yang diukur dengan uang, tetapi juga kemajuan peradaban.

“Biarlah ekonomi menjadi satu-satunya sektor yang dianggap penting. Tidak semuanya bergantung pada uang. Dana ini harus benar-benar berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan, yang juga berarti pengembangan kebudayaan kita,” kata Agnes.

BACA JUGA: Ganjar Hadiri Pernyataan Massa Dukungan Terhadap Paslon 03 dan Partai Rakyat Wali Kota Kendal

Oleh karena itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini ingin agar beasiswa LPDP bisa mencakup lebih banyak bidang pendidikan.

“Makanya menurut saya LPDP bisa dimanfaatkan untuk kebudayaan dan seni,” ujarnya.(*/Eco Racing) Simak! Video Pilihan Editor: