Studi Temukan Hubungan antara Kebiasaan Mengupil dengan Penyakit Alzheimer

Eco Racing, Jakarta – Mengupil mungkin merupakan kebiasaan yang umum dilakukan sebagian orang. Meskipun mengupil telah lama dianggap sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya, sebuah penelitian terbaru di jurnal medis Biomolecules mengungkapkan kemungkinan adanya hubungan antara mengupil dan penyakit Alzheimer.

Meskipun penyakit Alzheimer sudah menjadi penyakit mengkhawatirkan yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, penelitian ini menyoroti bagaimana tindakan yang tampaknya tidak berbahaya seperti mengupil dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit Alzheimer.

Hubungan antara mengupil dan penyakit Alzheimer

Penelitian bertajuk Neuroinflammation in Alzheimer’s disease: peran potensial mengupil dalam masuknya patogen melalui sistem penciuman? menunjukkan bahwa mengupil dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Pengungkapan ini berasal dari penemuan protein yang disebut beta-amiloid, yang diketahui menjadi faktor penting dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Patogen yang masuk melalui tindik hidung dapat memicu produksi beta-amiloid di otak, yang berkontribusi terhadap peradangan saraf yang terkait dengan penyakit Alzheimer, menurut para peneliti.

Laporan tersebut menyoroti peran sistem penciuman sebagai pintu gerbang potensial bagi patogen ke dalam otak. Patogen seperti virus, jamur, dan bakteri dapat menyebabkan infeksi persisten pada jaringan hidung yang akhirnya mencapai otak dan memicu proses neurodegeneratif. Tautan langsung ini menyoroti pentingnya menjaga kebersihan hidung untuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Implikasinya terhadap pencegahan penyakit Alzheimer

Pencegahan penyakit Alzheimer sering kali berfokus pada faktor gaya hidup, termasuk mengupil. Meskipun kebiasaan ini mungkin dapat memperbaiki kebersihan hidung untuk sementara, penting untuk memprioritaskan kebersihan hidung yang baik. Sarannya antara lain metode yang lembut seperti membilas hidung dengan garam atau membuang ingus untuk menjaga kebersihan dan mengurangi risiko patogen masuk ke otak.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat hubungan antara mengupil dan risiko penyakit Alzheimer pada manusia. Studi pada tikus menunjukkan hasil yang menunjukkan bagaimana bakteri memasuki otak melalui saraf penciuman dapat menyebabkan pengendapan beta-amiloid. Penelitian pada manusia sedang dilakukan untuk menyelidiki temuan ini dan menentukan tindakan pencegahan potensial terhadap penyakit Alzheimer.

Hubungan antara mengupil dan risiko Alzheimer menyoroti kompleksitas demensia dan pentingnya menyelidiki berbagai faktor yang berkontribusi terhadapnya. Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya hubungan ini, temuan ini menyoroti pentingnya menjaga kebersihan hidung untuk kesehatan otak.

Pilihan Editor: Efek berbahaya dari mengupil, termasuk penyebaran kuman

Menendang atau berteriak saat tidur bisa menjadi tanda demensia. Baca selengkapnya

Sumbangan ke berbagai daerah merupakan janji calon presiden dan wakil presiden. Apa perbedaan Wakaf Penelitian, Wakaf Budaya, dan Wakaf Pesantren? Baca selengkapnya

Kota-kota perlu diberi peringkat berdasarkan tingkat risiko patogen pada rumah tangga yang menggunakan air tanah. Baca selengkapnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir meminta maaf setelah putranya menyatakan Presiden AS Joe Biden menderita penyakit Alzheimer.

Pernah belajar di Washington University di St. Louis Louis menunjukkan bahwa memiliki tujuan dapat meningkatkan peluang Anda menemukan cinta atau pasangan. Baca selengkapnya

Sebuah studi baru dari Institut Sains dan Teknologi Okinawa menunjukkan bahwa ikan badut mungkin penting. Baca selengkapnya

Tentara Israel telah menangkap seorang wanita Palestina berusia 82 tahun dari Gaza yang menderita penyakit Alzheimer. Baca selengkapnya

Majalah tersebut menemukan korelasi yang kuat antara ketinggian kap mobil dan kemungkinan pejalan kaki yang tertabrak akan mengalami cedera fatal. Baca selengkapnya

Dibandingkan kopi yang dicampur gula atau krim, minum kopi tanpa gula memiliki manfaat dua kali lipat. Baca selengkapnya

Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki banyak saudara kandung melaporkan kesehatan mental yang lebih buruk dibandingkan remaja yang berasal dari keluarga kecil. Baca selengkapnya