PLN IP Sinkronisasi Pasokan Listrik dari BMPP Nusantara 1 ke Sistem Ambon, Bertambah 10 MW

Eco Racing, AMBON – PLN Indonesia Power berhasil melakukan sinkronisasi listrik dari pembangkit listrik BMPP Nusantara 1 dengan sistem ketenagalistrikan Ambon.

Hal ini akan meningkatkan pasokan listrik sebesar 10 megawatt di sistem Ambon di wilayah Maluku dan secara bertahap meningkat menjadi 60 megawatt.

Baca juga: PLN Indonesia Power Jadi Acuan BUMN Tanzania dalam Pengelolaan Energi Panas Bumi

Masuknya daya dari BMPP Nusantara 1 ke sistem ketenagalistrikan Ambon ditandai dengan seremonial sinkronisasi BMPP Nusantara 1 dengan sistem ketenagalistrikan Ambon.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN berkomitmen tidak hanya menyediakan listrik terbaik untuk Maluku, namun juga ikut serta dalam integrasi untuk mendukung kemajuan pembangunan di Maluku.

Baca Juga: Sambut Bulan Cinta: Watsons 2.2 Beauty in Mine Sale Dibanjiri Promosi

“Maluku mempunyai potensi yang luar biasa, baik alam maupun industri, serta kekuatan masyarakatnya. Oleh karena itu kami memperjuangkan agar Maluku dapat menikmati akses listrik sebagai hak dasar pembangunan wilayahnya. Bukan jangka pendek tapi juga jangka panjang,” kata Darmawan.

Darmawan mengatakan, untuk melistriki wilayah Maluku, mereka harus menghadapi kondisi alam yang sulit dan mendaki bukit.

Baca juga: Metode RIRS merupakan terobosan pengobatan batu ginjal tanpa sayatan

PLN Indonesia Power pun mengakui elektrifikasi di kawasan itu inovatif.

“PLN IP dapat mengatasi permasalahan teknis ini dengan mengaktifkan penyambungan sistem ketenagalistrikan Ambon,” ujarnya.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha mengatakan BMPP Nusantara 1 sebagai pembangkit terapung pertama di Indonesia merupakan program strategis nasional (PSN) karya anak bangsa.

Ini merupakan solusi tepat untuk menyuplai listrik ke wilayah yang terkena dampak krisis energi.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang tercantum dalam PSN melalui IUPTL. Kami berharap kedepannya IP PLN dapat memberikan kontribusi yang besar dalam memenuhi kebutuhan listrik tidak hanya di wilayah Indonesia bagian timur, tetapi di seluruh wilayah NKRI,” kata Edwin.

Menurut Edwin, saat ini BMPP Nusantara 1 sedang menyuplai listrik ke sistem Ambon, pembangkit tersebut perlahan diuji keandalannya, dengan target mampu beroperasi hingga 60 MW pada awal Maret 2024.

Energi ini akan memenuhi kebutuhan Provinsi Maluku yang terkoneksi dengan interkoneksi sistem 150 kV.

“Dengan suksesnya BMPP Nusantara 1 di sistem Ambon, kami berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan laju elektrifikasi di Indonesia dengan membangun pusat elektrifikasi di Indonesia melalui alokasi IP ke PLN,” ujarnya.

Edwin mengatakan peningkatan pasokan energi ke BMPP Nusantara 1 akan membantu meningkatkan aktivitas perekonomian di wilayah Maluku, khususnya Ambon, dan juga membantu menyelesaikan krisis energi di wilayah Ambon. Untuk mendukung program tersebut 35 ribu megawatt.

Adanya BMPP Nusantara 1 menandakan PLN berkomitmen menyediakan tenaga listrik berkualitas yang mengutamakan kepuasan pelanggan sehingga penyaluran tenaga listrik juga dapat dirasakan hingga ke seluruh tanah air, khususnya bagi kita yang berada di Indonesia Timur.

“BMPP Nusantara 1 tentunya akan meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem ketenagalistrikan Ambon yang membutuhkan pasokan listrik yang memadai mengingat pertumbuhan penduduk dan potensi perekonomian daerah,” kata Abdul Haris, Kepala Divisi ESDM Provinsi Maluku.

Saat ini PT PLN IP terus memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang sedang berkembang.

Salah satunya adalah sistem digitalisasi pembangkit milik PLN Indonesia Power yang diberi nama Reliability and Efficiency Optimization Center (REOC).

REOC merupakan sistem digital yang terbukti handal dan efektif, dan tugas utamanya adalah memantau lebih dari 13 GWh teknologi pembangkitan listrik dan lebih dari 50.000 parameter di 20 lokasi unit, yang nantinya akan dipantau oleh BMPP Nusantara 1, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Mereka dapat dipantau secara real time melalui REOC.

Hal ini konsisten dan dapat diwujudkan berkat inovasi digital yang diterapkan oleh IP PLN sejalan dengan program transformasi PLN, dimana digitalisasi menjadi salah satu landasan penting dan perusahaan terus berkembang meski ada kendala teknologi. Suatu cara yang integral, komprehensif dan holistik.

Pabrik tersebut merupakan model sinergi BUMN yang melibatkan PT PAL Indonesia yang sudah dalam tahap konstruksi. (chi/jpnn)