Shin Tae Yong Bicara Masa Depan dengan Timnas Indonesia, Tertarik Perpanjang Kontrak?

Eco Racing – Shin Tae Yong buka-bukaan soal masa depannya bersama Timnas Indonesia. Tertarik untuk memperpanjang kontrak Anda?

Kontrak Shin Tae Yong bersama Indonesia akan berakhir pada Juni 2024.

Baca Juga: Respon Shin Tae Yong Soal Rumor Latihan di Negara Lain Ternyata!

Tak heran, mulai banyak tawaran dari negara lain terhadap mixer asal Korea tersebut.

Shin Tae Yong tak memungkiri ada tawaran kontrak dari negara lain.

Baca juga: Ini Pelajaran Shin Tae Yong di Mata Ketum PSSI

Namun pelatih Korea pertama di Piala Dunia 2018 itu mengutamakan Indonesia.

“Ada isu saya bisa membayar denda kontrak, tapi saya tidak memikirkannya,” kata Shin Tae Yong dikutip Antara.

Baca Juga: Mendapat Tawaran dari Negara Lain, Shin Tae Yong Menanggapi Begini

“Ada tawaran (dari negara lain) selama saya menjadi pelatih timnas Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Shin Tae Yong bahkan berharap bisa berlatih hingga tahun 2027.

“Saat ini saya sering bertemu dengan Pak Eric (Thir, Red.) untuk berdiskusi dan membahas perkembangan sepak bola Indonesia, serta perpanjangan kontrak hingga tahun 2027,” ujarnya.

Sebelumnya melalui salah satu media Korea, Shin Tae Yong mengaku mendapat tawaran berlatih dari negara lain.

Hal ini kemudian berujung pada perbincangan soal masa depan Shin Tae Yong di Timnas Indonesia.(antara/jpnn) Simak! Video Pilihan Editor:

IDI Soroti Fenomena Dokteroid, Dokter Gadungan yang Tipu PSSI-PSS Sleman

Jakarta –

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti fenomena dokter palsu yang saat ini sedang membanjiri masyarakat. Jawaban itu muncul pasca ditangkapnya Elwizan Aminudin, dokter gadungan yang pernah bekerja di PSSI.

Alvizan disebut-sebut telah menjadi dokter palsu selama 8 tahun. Hasil pemeriksaan polisi, tersangka mengelola 9 kru yang berpura-pura menjadi dokter.

Menanggapi kasus ini, Ketua IDI dr. Adib Khumaidi, SOT meminta instansi berhati-hati dalam merekrut dokter dengan memperhatikan kriteria dan persyaratan tertentu yang harus dimiliki dokter.

“Dokter yang mengaku dokter atau dokter palsu membuat masyarakat was-was saat berkunjung ke layanan kesehatan. Periksa dulu, jangan hanya ada dokter atau tenaga kesehatan di sana, tapi sekali lagi apakah dia benar-benar dokter. Periksa? Bisa jadi dia bukan dokter atau mengaku sebagai seorang dokter, “Dr. kata Adib kepada wartawan, Selasa (2 Juni 2024).

Pada kesempatan yang sama, Anggota Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI, dr. Gregorius Yoga Panji Asmara mengatakan munculnya doktoroid harus dijawab dengan mengecek data dokter.

Apalagi pada organisasi olahraga dimana kebutuhan akan dokter sangatlah penting. Atlet memerlukan penatalaksanaan yang baik agar apabila terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan seperti cedera saat bertanding dapat mendapat penanganan yang baik agar cepat pulih.

“Semoga kehadiran dokter dapat mencegah dampak kejadian ini terhadap para pekerja dan tentunya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi sistem pelayanan kesehatan,” kata Yoga.

IDI juga menyediakan cara untuk memverifikasi akreditasi dokter. Lihat halaman berikutnya.

(tahu/atas)