Erick Thohir Kok Ikut Urus Harga Beras? Ini Penjelasannya

Eco Racing, Jakarta Menteri BUMN Erik Thohar mengaku heran banyak pihak yang memandang negatif dirinya saat berbicara soal harga beras. Menurut dia, hal itu masih dalam lingkup kerja menteri BUMN.

Diketahui, beberapa waktu lalu Eric Thohar mengikuti Stabilisasi Persediaan dan Harga Pangan (SPHP) atau Pengawasan Stok Beras Biru di toko ritel modern. Ia pun menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyikapi kenaikan harga beras.

Dia menjelaskan sekali lagi, harga beras di seluruh dunia mengalami kenaikan. Ini adalah serangkaian pemanasan geopolitik global dan peningkatan permintaan.

“Kalau kita lihat harga pangan, bukan hanya di Indonesia saja yang naik. Harga beras dunia saja sudah mencapai $700. Itu yang menurut saya ada faktanya.” (14/2/2024).

Ia mengaku heran ada pihak yang berbicara negatif soal beras kepada Menteri BUMN. Padahal, Parambalog merupakan perusahaan milik negara yang alur koordinasinya banyak berada di bawah Kementerian BUMN dan Badan Pangan Nasional (BAPNAS).

“Lagipula, kemarin kenapa ini terjadi… Lalu kenapa ada pertanyaan seperti BUMN? (Bicara soal beras) Iya, Balog (Kementerian) di bawah BUMN, apa yang terjadi? Saya bingung lho.,” Mereka dikatakan.

Menanggapi kelangkaan beras di toko ritel modern, Eric mengatakan stok beras SPHP di toko ritel modern kini sudah pulih sepenuhnya. Karena rapat-rapat di bawah BUMN, SPHP beras harus dimaksimalkan karena saat ini banyak restock di pengecer modern. Kenapa? Ya harus restock agar masyarakat juga tetap tenang, tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Thohar mengatakan pemerintah berupaya menurunkan harga beras di pasaran. Salah satunya adalah pelepasan 250.000 ton cadangan beras pemerintah (CPP) ke pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Upaya tersebut juga didukung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Eric mengatakan proyek ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kepala Badan Pangan Nasional (BAPNAS) Arief Prasityu Adi dan Direktur Utama Balogbio Krishnamurthy.

“Nah, yang jelas hari-hari ini kita harus turun tangan. Pak Baio dan Pak Arif ketemu Presiden, Presiden mengecek langsung di beberapa titik dan kami juga lapor di beberapa titik setiap hari kenapa kebijakan itu diambil. ribu (ton) varietas padi SPHP (Persediaan Pangan dan Stabilisasi Harga) agar tidak menimbulkan keresahan,” kata Eric kepada Kalender Ramayana, Jakarta, Senin (12/2/2024) jelasnya.

Ia mengatakan, cadangan beras pemerintah saat ini cukup besar, yakni 1,2 juta ton. Bahkan, dalam waktu dekat akan datang impor lagi sebanyak 500 ribu ton.

Pasokan yang besar ini akan digunakan untuk mengendalikan harga beras di pasar. sebelum pasokan beras dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

“Tapi pemerintah jamin kami bayar 250 ribu,” tegasnya.

Pendistribusian beras ini diperkirakan akan terjadi pada minggu ini setelah pemilihan umum presiden (Pilpres) 2024.

Stok Beras Premium Langka, Pengusaha Waswas Masyarakat Panic Buying

Jakarta –

Produk beras premium mulai berkurang pasokannya di banyak toko-toko kecil, dan supermarket membatasi pembelian beras meskipun produknya berlimpah. Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) mengakui beras premium sulit didapat saat ini.

Bapak Roy Mandey, Chief Executive Officer APRINDO, mengatakan sulitnya pedagang memasok beras lokal jenis premium dalam kemasan 5kg. Keterbatasan pasokan beras ini disebabkan terbatasnya stok beras karena belum tibanya musim panen raya. Roy sendiri meyakini panen baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024.

Situasi yang tidak seimbang serta kondisi antara pasokan dan permintaan menyebabkan peningkatan HET beras di pasar ritel modern, kata Roy Mande dalam keterangannya, Jumat (2/09/2024).

Pihaknya juga meminta pemerintah melonggarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga referensi produk kebutuhan pokok dalam jangka waktu tertentu. HET dilonggarkan untuk memungkinkan para pedagang membeli produk-produk penting, termasuk produk beras, dari produsen yang telah menaikkan harga beli sebesar 20-35% pada minggu sebelumnya.

“Pada toko ritel modern di Indonesia, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kelangkaan atau kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok tersebut, yang jika terjadi kelangkaan akan menyebabkan terjadinya pembelian panik oleh konsumen yang ingin sekali membeli dan menimbun barang-barang kebutuhan pokok dan penting tersebut. Barangnya habis dan situasi harga jadi tidak stabil,” jelasnya. kata Roy.

Roy menyatakan, pihaknya tidak bisa mengatur dan mengendalikan harga yang diputuskan produsen. Sebab, harga ditentukan oleh produsen hulu, kemudian diteruskan melalui jaringan distribusi ke sektor hilir, kemudian dibeli atau dibelanjakan oleh masyarakat di toko ritel modern dengan HET yang ketat. (hal./ed.)