Profil Onno W Purbo, Wakil Rektor ITTS yang Jadi Pelopor IT di Indonesia 

JAKARTA – Pembahasan final Pilpres 2024 digelar pada Minggu (4/2/2024). 12 panel juga diundang dalam acara ini. Salah satunya adalah Rektor Institut Teknologi Tangsel Selatan (ITTS) Onno Widodo Purbo.

Onno dikenal sebagai pakar teknologi informasi. Pria kelahiran Bandung 17 Agustus 1962 ini dikenal sebagai pionir dunia IT di Indonesia. Selain sebagai pakar, Onno juga dikenal sebagai penulis, guru, dan pembicara seminar. Wajanbolic merupakan karya inovatifnya, upaya koneksi internet gratis tanpa kabel dan RT/RW-Net sebagai jaringan komputer berbasis komunitas untuk menyebarkan internet gratis, serta penerapan Open BTS.

Onno aktif dalam berbagai proyek penting terkait pengembangan internet dan jaringan pendidikan di Indonesia. Onno lulus dari ITB pada tahun 1981 di bidang Teknik Elektro. Ia memperoleh predikat Wisudawan Terbaik.

Pada tahun 1989 melanjutkan studi di Kanada dengan beasiswa dari PAUME. Ono berhasil memperoleh gelar PhD dari University of Waterloo, Kanada, dengan spesialisasi Teknologi Jaringan Terintegrasi Satelit.

Onno telah banyak menghasilkan karya berupa tulisan lepas yang dipublikasikan di Internet, buku, publikasi internasional dan distro Linux. Kontribusinya diakui tidak hanya di dalam negeri tetapi juga internasional.

Pada tahun 2020, Onno menerima Jonathan B. Postel Service Award dari Internet Society (ISOC) atas jasanya di sektor Internet. Ini adalah salah satu dari beberapa penghargaan yang mengakui kontribusi Onno terhadap pengembangan dan pemahaman teknologi dan Internet.

Onno Purbo adalah tentang menyediakan internet gratis kepada masyarakat. Onno juga berbagi ilmunya tentang cara membangun segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi internet dan jaringan secara gratis di lms.onnocenter.or.id alias E-Learning Rakyat.

Terkait keikutsertaannya sebagai panelis pada debat Pilpres 2024, Onno menceritakan pengalamannya melalui kanal YouTube Onno Center. Ia menjelaskan alasan KPU memilihnya sebagai salah satu panelis.

“Saya kira KPU memilih saya karena saya punya keahlian di bidang teknologi informasi. Saya juga seorang dosen dan guru. Saya banyak berinteraksi dengan teman-teman di bidang startup,” kata Onno.

Onno pun menjelaskan latar belakang proses pembuatan pertanyaan terhadap ketiga calon presiden tersebut. Seperti diketahui, debat final Pilpres 2024 akan membahas isu terkait kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.

Tiga Capres soal Teknologi Informasi: Dari Bangun Pabrik hingga Penguatan SDM

Eco Racing, Jakarta – Salah satu topik perdebatan lima calon presiden dan wakil presiden di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Minggu, 4 Februari 2024 malam, adalah soal teknologi informasi. Topik lainnya terkait kesejahteraan sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia dan inklusi

Salah satu pertanyaan panel kepada calon presiden adalah mengenai kedaulatan teknologi informasi yang dinilai terancam akibat ketergantungan yang besar terhadap impor. Tahun lalu, impor ponsel mencapai Rp 30 triliun, padahal membangun pabrik ponsel sendiri membutuhkan investasi sekitar setengah miliar.

Menjawab pertanyaan tersebut, calon presiden Anies Baswedan mengatakan kemajuan teknologi informasi berkembang pesat dan Indonesia tidak boleh ketinggalan. “Ide kami adalah meningkatkan kualitas manusia dan inovasi di bidang teknologi informasi. Caranya adalah dengan mempertemukan para ahli yang bisa melakukan transfer teknologi,” ujarnya.

Negara-negara akan memberikan prioritas pada investasi di bidang teknologi informasi yang didukung oleh Reformasi sistem politik dan pemberantasan korupsi. Ia memperkirakan tindakan ini dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga lokal di masa depan. Yang tak kalah penting adalah perlindungan hak kekayaan intelektual.

Menanggapi jawaban Ania, calon presiden Prabowo Subianto mengklaim solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun mobile factory sesegera mungkin. “Kalau saya selalu punya solusi, kalau cuma setengah triliun (biaya bangun mobile factory), maka segera bangun pabrik,” ujarnya.

Prabowo menyinggung persoalan teknologi terkait kemajuan sumber daya manusia. “Kita perlu lebih banyak mendidik anak-anak kita di bidang sains, teknologi, teknik, matematika. Ini mutlak diperlukan, baru kita bisa bersaing,” kata Prabowo. Jika perlu, pemuda Indonesia dikirim ke luar negeri untuk mempelajarinya.

Calon Presiden Ganjar Pranowo mengatakan industri telepon seluler sudah ada di Semarang dan harganya lebih terjangkau. Ditambahkannya, jika ingin maju dalam produksi teknologi telekomunikasi dan informasi, bisa bekerjasama dengan industri luar negeri, namun pabriknya ada di Indonesia. Alternatifnya adalah bergabung dengan industri yang sudah ada, tapi pabriknya ada di india. Kalau kita mau bandingkan, ini sudah dilakukan di India, jadi kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan itu dan tidak terlalu bergantung, kata Ganjar.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia telah menutup masa pendaftaran calon Presiden Rusia pada pemilu Maret 2024 dengan calon presiden sebanyak 4 orang. Baca selengkapnya

Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan proyek terakhirnya, yaitu memberikan makan siang dan susu kepada anak-anak secara gratis Baca selengkapnya

Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2 Pak Prabowo Subianto kembali berjanji akan memberikan makan siang dan susu gratis dalam kampanyenya, Suara Besar Anda. Baca selengkapnya

Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1 Pak Anies Baswedan banyak menyentuh generasi muda yang punya cita-cita Tingginya permintaan di Indonesia tapi…. read full

Saat berkampanye pada Pilkada 02, Pak Prabowo menegaskan akan mengentaskan kemiskinan karena Indonesia memiliki potensi besar di dunia. Baca selengkapnya

Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Anies Baswedan berjanji akan melanjutkan program bansos atau yang dikenal dengan bansos. Baca selengkapnya

Top 3 Techno, dimulai dari peringatan awal BMKG untuk kawasan Pantura, visi misi calon presiden tentang masyarakat adat, dan iklim jalur darat di Jawa Barat. Baca selengkapnya

Aliansi Zero Waste Indonesia menilai visi dan misi ketiga calon presiden tidak menyentuh akar permasalahan pengelolaan sampah. Baca selengkapnya

Terjadi gejolak pada penutupan kampanye dari pasangan calon 1 dan 3 di sekitar JIS dan GBK. Baca selengkapnya

“Ada 2.755 personel di Gelora Bung Karno (GBK),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya. Baca selengkapnya

Literasi Digital Jadi Bekal Masyarakat Menjelang Pemilu

Eco Racing, JAKARTA – Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap literasi digital di tahun politik akan menjadi keuntungan bagi terselenggaranya pemilu yang demokratis.

Sebab, masyarakat bisa berpikir kritis dan menyaring informasi tidak benar yang tersebar di media sosial.

BACA JUGA: Literasi Digital: Harapkan Kebocoran Data Pribadi Kurangi Kekacauan Pemilu

“Kurangnya pemahaman terhadap literasi digital dapat merugikan proses pemilu, karena pemilih dapat memilih berdasarkan informasi yang tidak akurat bahkan terpengaruh oleh propaganda digital,” kata Praktisi Literasi Digital Kabupaten Kediri, Sulis Setianingsih dalam Seminar Literasi Digital Islami. Forum Persahabatan Pesantren (FSPP). ) di Balai Desa Wonorejo, Kediri, baru-baru ini.

Dikatakannya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi seiring dengan besarnya arus informasi di dunia maya, masyarakat membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang teknologi.

BACA JUGA: Literasi Digital Penangkal Hoaks dan SARA di Pemilu 2024

“Jika literasi digital meningkat, maka pemimpin akan mampu melaksanakan pemilu yang jujur, adil, dan terpercaya. Sebab, pemilih bisa berpikir kritis untuk menganalisis informasi politik yang diperoleh dari penggunaan teknologi digital,” lanjutnya.

Terakhir, masyarakat juga dapat berkontribusi dalam memahami konsep demokrasi. Juga hak dan kewajibannya, serta pemilihan dan pemilihan informasi yang dapat dipercaya.

BACA JUGA: Mbak Rerie Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Digital Hadapi Era Globalisasi

“Sebagai konstituen, jangan asal memilih, harus memahami persoalan politik calon calon dan mempunyai sikap kritis,” imbuhnya.

Praktisi Etika Digital Ari Wahyudi menambahkan pentingnya literasi digital dalam proses pemilu. Hal ini tidak hanya membawa manfaat bagi individu, tetapi juga bagi integritas sistem demokrasi secara keseluruhan.

“Kita semua ingin berperan dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, karena literasi digital juga menjadi kunci suksesnya pemilu tahun ini,” jelasnya.

Menurut Ari, partisipasi aktif masyarakat dengan melakukan diskusi publik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat sebagai kunci sukses pemilu.

“Karena tanpa literasi yang baik, khususnya di dunia maya seperti media sosial, masyarakat bisa terpengaruh oleh penipuan atau isu politik yang salah,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus Lembaga Ekonomi Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Kediri, Faridatur Rofiah, juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai sarana mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan terpercaya.

Dengan ketentuan ini, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan kritis terhadap konten yang mereka konsumsi, sehingga mengurangi risiko penyebaran kecurangan saat pemilu.

“Jadi, kalau punya informasi tentang pelatihan literasi digital, jalani saja. “Ajak juga teman atau keluarga untuk ikut,” tutupnya.

Sekadar informasi, Seminar Literasi Digital (FSPP) Forum Persahabatan Pondok Pesantren bertema “Peningkatan Literasi: Mewujudkan Pemilu yang Jujur dan Terpercaya” merupakan rangkaian kegiatan untuk Indonesia yang selalu memprogramkan Lebih Banyak Kapasitas Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ./jpnn). )Jangan lewatkan video pilihan editor ini: