Wujudkan Kesejahteraan, BIN dan PMI Gelar Penanaman Perdana Jagung Hibrida

Sugeng rawuh Ecoracing di Portal Ini!

Eco Racing – Badan Intelijen Negara (BIN) dan para pemuda anggota Pemuda Papua Inspiratif (PMI) menggelar acara penanaman jagung modern di kota Sidey Baru, Provinsi Manokwari, Papua Barat. Wujudkan Kesejahteraan, BIN dan PMI Gelar Penanaman Perdana Jagung Hibrida

Untuk tahap pertama, jagung ditanam di lahan seluas 10 ha. Namun jumlah tersebut akan segera bertambah karena direncanakan seluas 100 hektare.

Penanaman jagung perdana diawali oleh Deputi IV BIN bidang intelijen ekonomi Made Kartikajaya, disusul oleh koordinator wilayah PMI. Simon Tabuni Papua Barat, petani berusia seribu tahun, perwakilan kelompok tani dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kab. Manokwari.

Arnold Moktis, petani berusia seribu tahun sekaligus anggota PMI, mengatakan budidaya jagung di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki yang merupakan mitra pembangunan PMI dimungkinkan karena adanya insentif dari BIN. Selain itu, PMI akan memberikan bantuan mulai dari pertanian, pemeliharaan hingga pemasaran. PMI dan BIN sudah menyiapkan pihak-pihak yang tidak menghormatinya. Masyarakat Mengeluh Harga Pangan Melambung, Tom Lembong: Tapi Separuh dari Panen RI Dibuang

Arnold menjelaskan, para petani di wilayahnya masih menggunakan alat-alat tangan untuk menanam jagung, dan selalu bingung bagaimana cara menjual jagung setelah dipanen.

Namun berkat kehadiran PMI dan BIN, para petani mulai menanam jagung secara modern. Selain itu, ke depannya para petani juga tidak bingung lagi harus menjual produknya ke mana. Sebab, PMI atas dorongan BIN telah bermitra dengan banyak pihak untuk membeli hasil panennya. Petani senang dan antusias menanam jagung.

“Kami mewakili pemuda Papua dan ribuan petani, kami sangat bangga dan bersyukur karena yang terjadi hari ini istimewa. Ini yang kita harapkan terjadi,” kata Arnold bersama Made Kartikajaya usai acara penanaman pohon.

Pak Arnold mengatakan akan mendorong para petani, pemuda dan perempuan Papua untuk berpartisipasi dalam budidaya jagung untuk meningkatkan pendapatan. Secara keseluruhan, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat. Menurut Arnold, proyek PMI bersama BIN dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Ditegaskannya, “Petani yang ada, yang merupakan ibu dari keluarga, akan sepakat untuk menggarap lahan tersebut agar tidak hanya berbeda, tetapi juga bermanfaat, sehingga negara dan negara menjadi lebih bahagia.” .

Penanaman jagung diharapkan dalam 7 hari. Target hasilnya Januari 2023.

Kepala Dinas Pertanian Manokwari, Kukuh Saptoyudo mengaku kaget dengan apa yang dilakukan PMI dan BIN. Sebab, jagung hibrida diolah dari biji yang merupakan alat pemasaran.

Diakui Kukuh, pemasaran hasil panen menjadi permasalahan terbesar dalam usahatani jagung di wilayahnya. Pemda Manokwari telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung PMI dalam rangka percepatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penyiapan lahan untuk pertanian dan peternakan.

“PMI yang didukung BIN ini luar biasa, saya harap ini bukan yang pertama dan yang terakhir. Ini awal dari sesuatu yang lebih besar, kami siap mendukung pemerintah Manokwari dan kami berharap kerjasama ini terus berlanjut,” ujarnya.

Acara penanaman jagung perdana ini bertajuk ‘Penanaman Jagung Hibrida Pertama bersama Ketua PMI Pemerintah Daerah Otonom Manokwari, mitra dan petani inspiratif Papua’ dengan mengusung tema ‘Jaga Ketahanan Pangan’. Wujudkan Kesejahteraan, BIN dan PMI Gelar Penanaman Perdana Jagung Hibrida

Proyek pengembangan pertanian ini didasari oleh kepemimpinan Presiden Syiah Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, Kepala BIN, Jenderal (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, SH, MSi yang disusul Wakil IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN, Made Kartikajaya.

PMI sendiri merupakan organisasi yang disponsori BIN yang memiliki misi untuk memberikan semangat baru kepada generasi muda Papua dan Papua Barat untuk mewujudkan keterampilan dan kreativitasnya guna mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Bumi Cendrawasih.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 09 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.